Roket Al-Qassam hantam jip militer, dua tentara Yahudi cedera

4

GAZA (Arrahmah.com) – Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer kelompok pejuang Hamas, merespon serangan biadab penjajah zionis Yahudi ke wilayah Jalur Gaza dengan melancarkan operasi “Peperangan Daun-daun yang Dimakan [ulat]”.

Juru bicara militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, pada Rabu (9/7/2014) muncul dalam video pernyataan operasi militer tersebut. Abu Ubaidah menegaskan Brigade Al-Qassam telah mempersiapkan diri untuk peperangan dalam jangka waktu yang sangat lama dan akan merespon setiap serangan biadab penjajah zionis Yahudi. Pernyataan Abu Ubaidah tersebut dirilis oleh situs resmi Brigade Al-Qassam pada hari Kamis (10/7).

Hanya sehari dari rilisan video tersebut, Brigade Al-Qassam membuktikan perkataan mereka. Pada hari Jum’at (11/7) Brigade Al-Qassam menghantam sebuah jip militer tentara Yahudi dengan sebuah roket anti-tank jenis Koronet di desa Syuja’iyah, wilayah penjajahan Yahudi.

Melalui pernyataan militernya dalam situs resminya, Brigade Al-Qassam berhasil menghantam sebuah jip militer di sebelah Nahil ‘Auz, timur desa Syujaiyah, sebelah timur Jalur Gaza, dengan roket Koronet.

Penjajah zionis Yahudi telah mengakui dua tentaranya mengalami cedera, salah satunya cedera berat, oleh serangan roket anti tank yang menghantam kendaraan militer mereka di wilayah Nahil ‘Auz.

Brigade Al-Qassam menambahkan bahwa pihaknya telah membombardir alat berat yang menderek jip militer Yahudi dari desa Syuja’iyah tersebut dengan 11 buah roket 107 dan tiga tembakan mortar.

Sejumlah saksi mata mengatakan jip militer tersebut terbakar. Mereka juga menyatakan kendaraan berat yang berusaha menyeret jip militer tersebut dihujani dengan tembakan roket dan mortar.

Lebih jauh para saksi mata mengatakan bahwa artileri berat pasukan zionis Yahudi yang bermarkas di sebelah timur penyeberangan Bait Hanoun meresponnya dengan membombardir wilayah-wilayah pemukiman penduduk Palestina secara membabi-buta.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.