Kaum Muslim Suriah inginkan kebebasan dari kezhaliman Syiah

Anak-anak Suriah menangis kesakitan di sebuah rumah sakit di Kfar Zeta setelah serangan gas beracun oleh rezim Syiah Nushairiyah.
18

SURABAYA (Arrahmah.com) – Dalam waktu 6 bulan terakhir ini warga muslim Suriah terus menyerukan sebuah kata “kebebasan” sebanyak tiga kali seusai melaksanakan sholat Jumat.

Setelah menyerukan kata tersebut, langsung disambung dengan memanjatkan doa “Yaa Allah tidak ada kebebasan selain dari-Mu, maka berikanlah kami kebebasan dari kadzaliman ini”.

Demikian terang Syeikh Ammar al-Hallaq kepada jama’ah sholat tarawih dalam aksi peduli Suriah di jamaah masjid Aqshal Madinah Surabaya, tulis Hidayatullah.com Selasa (8/7/2014)

Menurut dia, dalam periode 4 tahun terakhir Suriah tengah dilanda konflik dahsyat dibawah pemerintahan Bashar al-Asaad, putra dari pemimpin Suriah sebelumnya, Hafidz al-Asaad.

40 tahun dikuasai Syiah

Syeikh Ammar al-Hallaq mengungkapkan saat ini warga Suriah mencapai sekitar 22,5 juta jiwa. Diantaranya 70% dari golonganAhlus Sunnah wal Jamaah serta sisanya dari Khusairiyah al Alawiyah.

Sambungnya, Khusairiyah al-Alawiyah adalah sebuah sekte Syiah yang telah mengusai Suriah dengan pemerintahannya selama 40 tahun, dibawah kepemimpinan Hafidz al-Asaad. Yang kemudian dilanjutkan oleh putranya, Bashar al-Asaad hingga sampai saat ini.

“Aqidah sesat dari sekte Khusairiyah al-Alawiyah ialah mengangung-agungkan Bashar al-Asyad yang disejajarkan dengan Allah Subhanahu Wata’ala. Adapun kalimat yang mereka serukan “Laa ilaha ila Bashar” yang artinya tidak ada Tuhan melainkan Bashar,” terangnya.

“Pemerintahan Bashar dirasakan lebih kejam dari masa kepemimpinan ayahnya. Dimana mereka menyatakan bahwa cara untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membunuh saudara muslim lainnya,” imbuhnya.

Ammar mengungkapkan jika mereka telah meluncukan senjata kimia (sirin.red) yang ditembakkan dari atas udara sehingga membunuh sekitar 1400 jiwa diantaranya 400 jiwa adalah anak-anak yang tak berdosa.

“Hingga saat ini, korban meninggal dari kekejaman buah kezhaliman pemerintahan Bashar al-Asaad sekitar 11 ribu juta jiwa,” ungkapnya.

Ammar juga mengungkapkan keberadaan tentara yang menamakan dirinya Hizbullah. Akan tetapi sejatinya mereka tentara yang mendukung kedzaliman pemerintah Bashar al-Asaad.

“Tak segan tentara Hizbullah (milisi Syiah) membumi hanguskan seluruh masjid yang ada di Suriah. Bahkan menghina Islam dengan melaksanakan sholat versi mereka sendiri,” imbuh Amar saat ditayangkannya video realita yang terjadi di Suriah kepada jama’ah.

Semoga harapan warga Suriah dapat didengar oleh para Mujahidin yang berada di medan jihad yang diberkahi Allah subhanahub wa Ta’ala. Semoga Allah satukan hati para Mujahidin, dapat menghentikan pertikaian dan mengarahkan senjata ke musuh umat Islam di Suriah yakni Syiah dan Yahudi, untuk kemenangan Islam dan kaum Muslimin. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.