LPAS beserta warga dan polisi bubarkan pengajian sesat Syiah

Seorang anggota pengajian sesat Syiah dengan latarbelakang ornamen Syiah
36

MAKASSAR (Arrahmah.com) – Pengajian ajaran sesat Syi’ah pimpinan Ir. Mutaqin Azikin yang digelar di rumahnnya di Jl. Manggala Raya No. 93/111 Blok V, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makasar, Sulawesi Selatan, tadi malam, Kamis (26/6/2014) sekitar pukul 20.30 waktu setempat dibubarkan ratusan warga bersama Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) dan aparat kepolisian Polsek Manggala.

Berawal dari laporan warga kelurahan Manggala yang mencurigai adanya aktifitas aliran sesat di rumah salah seorang warganya bernama Mutaqin Azikin, karena pengajiannya yang selalu digelar tertutup. Sekitar pukul 20.30 waktu setempat, ratusan warga bersama LPAS dan aparat kepolisian dari Polsek Manggala akhirnya mendatangi rumah Mutaqin dan menghentikan acara kajian yang digelar rutin setiap malam Jum’at tersebut.

Acara pengajian yang dihadiri oleh 14 orang jemaat, terdiri dari 6 laki-laki dan 8 perempuan itu akhirnya dibubarkan dan seluruh jemaatnya dibawa aparat ke kantor Polsek Manggala untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Malam Jum’at lalu kita selidiki, nah Alhamdulillah qadarullah malam ini kita dapat,” ucap Nur Asrar, salah satu anggota LPAS yang dihubungi Jurnalislam.com beberapa saat setelah kejadian, Kamis (26/6/2014) malam.

Rumah milik Mutaqin yang juga menjadi kantor redaksi buletin Syi’ah bernama MITSAL (Media Informasi dan Transformasi Al Islam) itu adalah pusat kegiatan kelompok Syi’ah di daerah tersebut dengan Mutaqin sebagai pimpinannya. Mutaqin juga diketahui sebagai dewan redaksi bulletin Syi’ah tersebut.

“Banyak foto-foto, kaligrafi dan puluhan buku Syi’ah yang kami temukan di rumahnya. Tapi sudah disita polisi semua pak,” lanjut Asrar.

Asrar juga mengatakan bahwa ketua umum pengurus pusat Ikatan Jemaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) Syamsuddin Baharuddin terlihat ada di Polsek Manggala mendampingi kelompoknya.

“Tadi juga ada ketua Ijabi Pusat Syamsudin Baharuddin di polsek. Dia mengelak terus ketika ditanya masalah mut’ah,” jelasnya.

Untuk memberi penjelasan lebih lanjut terhadap masyarakat mengenai kesesatan Syi’ah, LPAS membagi-bagikan buku kesesatan Syi’ah yang ditulis MUI dan DDII.

“Masyarakat dan polisi juga banyak yang belum tahu yang namanya Aliran Sesat Syi’ah. Dan kami tadi bagi-bagikan buku dari MUI dan DDII,” ujar Asrar.

Awal Mei lalu, LPAS juga berhasil menemukan mushola bertuliskan kaligrafi Syi’ah di Mall Graha Tata Cemerlang (GTC), Tanjung Bunga, Makasar. (azm/jurnalislam.com/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.