Pemukim Yahudi "Israel" menembaki warga Palestina di Ramallah, 1 terluka

1

RAMALLAH (Arrahmah.com) – Pemukim Yahudi “Israel” pada Ahad (22/6/2014) menembaki warga Palestina di Al-Bireh dekat Ramallah saat mereka berkumpul untuk pemakaman seorang pria Palestina yang dibunuh oleh pasukan “Israel” sehari sebelumnya, lansir Ma’an.

Setelah prosesi pemakaman Muhammad Tarifi di wilayah Jabal Al-Tawil, pemukim Yahudi dari pemukiman Psagot menembaki para pelayat, hingga melukai salah satu dari mereka.ar2

Ketika pasukan “Israel” tiba di lokasi, bentrokan pecah di mana warga Palestina melemparkan batu pada para pemukim dan tentara zionis.

Tentara brutal “Israel” menembakkan granat kejut, gas air mata, peluru karet berlapis, dan tembakan ke arah warga Palestina.

Warga Palestina kemudian mundur ke wilayah Al-Bireh di Jabal Al-Tawil dan Al-Jinan.

Seorang jurubicara militer “Israel” tidak segera memberi penjelasan saat dimintai keterangan.

Tarif ditemukan tak bernyawa di atap sebuah bangunan komersial di Ramallah pada Ahad (22/6) pagi dan otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal dunia karena peluru yang ditembakkan dari senapan serbu M16, yang digunakan oleh pasukan “Israel”.

Tentara “Israel” berada di daerah tersebut pada saat itu dan bentrok dengan warga Palestina di tengah sejumlah penggerebekan rumah dan penahanan yang mereka lakukan.ar3

Tarif adalah warga Palestina kelima yang ditembak mati oleh pasukan “Israel” pada pekan lalu, di mana mereka terus melakukan serangan militer besar-besaran di Tepi Barat untuk mencari tiga remaja “Israel” yang diklaim hilang.

Meskipun pemerintah “Israel” telah mengklaim tiga pemuda mereka diculik oleh Hamas dari pemukiman khusus Yahudi, Gush Etzion, di dekat Bethlehem, Hamas telah membantah tuduhan tersebut.

Dalam 10 hari sejak rumor penculikan itu, pasukan “Israel” telah menangkap lebih dari 400 warga Palestina, mayoritas terkait dengan Hamas, dan menyerbu lebih dari 1.000 lokasi di seluruh Tepi Barat, serta bersumpah untuk “menghancurkan” Hamas.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.