Pidato Biksu Gnanasara sebelum kerusuhan: Ini akan menjadi akhir bagi semua Muslim Sri Lanka

22

SRI LANKA (Arrahmah.com) – Biksu Galagoda Atthe Gnanasara dalam sebuah pidatonya yang berisi hasutan dan teror pada Ahad (15/6/2014) pagi di Aluthgama sebelum kerusuhan mengatakan, “Jika salah seorang marakkalaya (Muslim) meletakkan satu tangan di Sinhala, itu akan menjadi akhir bagi mereka semua,” kepada hadirin ramai yang bersorak-sorai, lansir Colombo Telegraph.

Biksu itu menghasut hadirin yang mendengarkannya bahwa minoritas Muslim tengah mengorganisasi diri mereka dan dia mendesak warga Sinhala untuk “bangun” dan melawan sebelum mereka bisa hancur.

Hadirin di hapadannya tampak terus bersorak menyambut setiap hasutan yang dilontarkan oleh biksu teroris Gnanasara itu sebelum meluncurkan serangan mereka pada kaum Muslimin yang tak berdosa.

Dia mengancam untuk menghancurkan bisnis Muslim di Aluthgama, Beruwala dan tempat-tempat lainnya. Dia menginstruksikan para pendengarnya untuk mengambil setiap wadah dengan simbol-simbol Halal dan melemparkannya ke tanah. Dia meminta para pendengarnya untuk melawan minoritas Muslim. Sebagian penyimak berteriak mengiyakan bahwa mereka akan melakukannya.

Biksu itu menyebut Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa sebagai seorang bodoh dan bertanya apakah ada orang yang memiliki otak yang mau menunjuk seorang Muslim menjadi Menteri Kehakiman. Dia mengatakan kepada orang banyak bahwa partai-partai politik telah menghancurkan Sinhala dan mendesak orang-orang Budha untuk bersatu dan mengurus segala hal dengan tangan mereka sendiri.

“Polisi telah mengubah bayonet mereka melawan kita itu salah. Polisi harus tahu apa yang terjadi di negeri ini. Kami meminta pembentukan [Pasukan] Pertahanan jika Sinhalse dan para biksu pernah mengangkat tangan untuk satu pendirian usaha? Tapi ini sudah cukup. Kami belum mengangkat tangan kita (terhadap mereka), bukan karena kita tidak bisa … bukan karena kita tidak bisa,” katanya disambut sorak-sorai hadirin.

Politisi Jathika Hela Urumaya dan penyanyi Sri Lanka Madumadhawa Aravinda turut menghasut hadirin dengan membawakan puisi menghasut mereka untuk “bangkit” melawan minoritas Muslim.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.