Berita Dunia Islam Terdepan

Kelompok kontra penutupan Dolly hanya mementingkan perut

Gang Dolly Surabaya
2

SURABAYA (Arrahmah.com) – Keinginan warga agar lokalisasi Dolly segera ditutup nampaknya sudah tak terbendung lagi. Setidaknya ini yang tersirat dari warga sekitar.

“Sebagai warga NU kami mendukung sekali kalau Dolly ditutup,” demikian terang Drs. Achmad Rijal, Takmir Masjid Baitu Ilmin, Jalan Girilaya No.68 Surabaya,seperti dikutip dari hidayatullah.com.

Saat ditanya adanya penolakan sebagian warga, Achmad Rijal mengatakan, tak semua warga suka kehadiran lokalisasi, kecuali segelintir orang yang berkepentingan.

“Orang-orang yang menolak penutupan Dolly, ya mereka yang hanya sekedar hidup dari situ. Mereka cuma mikirin perut, bisa makan dan kenyang sudah cukup,” ujar Rijal.

Lebih lanjut, Rijal simpati dengan sikap Pemerintah Kota Surabaya, dalam hal ini Wali Kota Tri Rismaharini.

“Meski seorang perempuan, tapi beliau luar biasa dengan usaha dan kerja kerasnya untuk menutup lokalisasi Dolly,” ujarnya.

Menurutnya, lokalisasi Dolly memang sudah seharusnya ditutup.

“Saya yakin Pemerintah Kota Surabaya mampu mensukseskan penutupan lokalisasi Dolly. Karena merekalah yang sebetulnya memiliki wewenang dan kekuasaan untuk melakukan hal itu,” ungkapnya.

Lelaki yang akrab disapa Abah oleh masyarakat sekitar itu menjelaskan pasti akan ada dampak yang muncul dari penutupan Dolly, entah itu bersifat positif maupun negatif. Karena bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat luas di sekitar lokalisasi dan akan berpengaruh sekali.

Namun ia yakin, dampak positifnya jauh lebih banyak jika ditutup. Selanjutnya, sebagai masyarakat Surabaya ia serahkan kebijakan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Surabaya. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...