Rakyat Nigeria berduka, Emir Nigeria Selatan meninggal dunia

21

LOGOS (Arrahmah.com) – Muslim Nigeria berduka, mengucapkan selamat tinggal untuk almarhum Emir Kano Abdullahi Ado Bayero yang mereka kenang sebagai Muslim yang “lembut, rendah hati dan ramah”, pemimpin yang mendedikasikan seluruh hidupnya “dalam pelayanan kemanusiaan.”

“Kami menerima meninggalnya emir dengan kerendahan hati dan penyerahan total kepada kehendak Allah,” Dr Khalid Aliyu, sekretaris jenderal Jama’atu Nasril Islam (JNI) -sebuah payung badan Muslim yang berpengaruh dimana Bayero memimpin – mengatakan kepada OnIslam.net, pada Sabtu (7/6/2014).

“Menyakitkan memang, tetapi sebagai Muslim kita tahu bahwa setiap jiwa harus merasakan kematian. Tugas kita untuk emir yang telah wafat, adalah untuk terus mendoakan kepergian jiwanya yang lembut terkekal dalam kedamaian,”tambahnya, mencatat kerendahan hati dan kemurahan hati Bayero yang akan terus dikenang.

Ado Bayero (83) adalah emir Kota Kano, barat laut Nigeria dan pemimpin terkemuka Muslim yang naik tahta pada tahun 1963, meninggal pada Jumat (6/5).

Dia telah dikuburkan sesuai dengan ritual Islam, dengan pemakamannya dihadiri oleh tokoh-tokoh Muslim terkemuka termasuk Sultan Sokoto dan kepala komunitas Muslim di negara itu, Alhaji Muhammad Sa’ad Abubakar.

Berbicara tentang kualitas seorang emir Bayero, Aliyu mengatakan, “ia menjalani kehidupan yg penuh pelayanan kepada Allah dan kemanusiaan. Sebagai seorang pemimpin, ia begitu rendah hati, baik, ramah dan lembut. Ia akan sangat dirindukan oleh masyarakat Muslim. Kami akan sangat kehilangan dia karena kecemerlangannya dan tentu saja tidak apa bisa dibeli dengan uang.”

Prof. Ishaq Akintola dari Kepedulian Hak Muslim (MURIC), sebuah organisasi nirlaba Islam terkemuka, mengatakan emir selalu tampil berbeda sebagai pelayan ummat yang energik.

“Ia adalah seorang pemimpin besar. Ia begitu energik. Ia berkomitmen untuk menciptakan perdamaian, dan ia menjabat rakyatnya secara tulus. Ia habiskan seluruh hidupnya guna melayani kemanusiaan,” Akintola, seorang guru studi Islam, mengatakan.

“Sejarah kariernya berbicara untuk dirinya, ia telah menjadi perwira polisi di masa lalu dan pernah bekerja sebagai pegawai negeri tanpa tercemar sedikitpun namanya. Kami akan kehilangannya karena ia adalah salah satu penguasa tradisional yang paling kuat di Nigeria sebelum diteruskan, dan kami percaya akan sangat merindukannya,” tambahnya.

Istirahat yang abadan abada

Dewan Imam dan Alfa di barat daya Nigeria juga telah memuji kepemimpinanya, berdoa kepada Allah untuk memberinya istirahat yang abadan abada.

“Semoga Allah meridhoinya. Ia adalah seorang pemimpin yang shalih,” Sheikh Abdulrazak Abdulazeez Ishola, juru bicara Dewan Imam dan Alfa di Nigeria, menyatakan kepada OnIslam.net.

“Ia adalah pria (pilihan) dari kaumnya. Ia dicintai oleh rakyat dan itu adalah balasan dari perilakunya yang baik. Kami mengucapkan perpisahan yang sangat menyakitkan. Ia adalah pembangun jembatan yang menyatukan Muslim dan non-Muslim. Semoga Allah senang dengan dia,” tambahnya.

Emir, diyakini sebagai hafidz Al-Qur’an, telah lama dikenal sebagai pengagum Qadiryah Sufi yang ia jaga hubungan baiknya sampai wafatnya.

Selain sebagai penjaga adat tradisional, emir juga dianggap sebagai pemimpin Muslim terkemuka.

Setiap tahun setelah 50 tahun pengabdiannya, Bayero mengadakan peringatan Idul Fithri Durbar dimana ia berkuda bersama kontingennya untuk memeriahkan pesta rakyat.

Khalifah Abdurrahman Balogun, juru bicara Qadiriyah Sufi di Negara Abeokuta Ogun, menyatakan kehilangan almarhum tidak hanya dirasakan oleh Muslim Nigeria dan komunitas Sufi utara tetapi juga oleh umat Islam secara keseluruhan.

“Ini mungkin menarik bagi Anda bahwa pemimpin kami Sheikh Nasiru Kabara memiliki jadwal ta’lim tasir di kantor emir,” kata Balogun.

“Ketika sheikh Kabara meninggal, anaknya Khalifah Qariballah dan Sheikh Musa Kansayuni melanjutkan tradisi. Ia juga adalah anggota dari Qadiriyah. Kami selalu akan mengunjungi Emir setiap tahun selama Maulid. Emir memiliki kepribadian yang hebat. Kami akan sangat merindukannya. Kita berdoa kepada Allah agar memberkati jiwanya,” tambahnya.

(adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.