Pemalsuan label halal meningkatkan kekhawatiran Muslim Kanada

Produk halal
11

TORONTO (Arrahmah.com) – Saat makanan halal mulai menunjukkan perkembangan pesat di pasar dunia, Muslim Kanada malah dilanda kekhawatiran atas menjamurkan produk makanan yang menggunakan label halal palsu.

“Makanan halal sangat penting untuk bagi seorang Muslim,Omar Subedar, imam di wilayah Toronto yang juga menjabat sebagai sekretaris umum dan juru bicara resmi dari Otoritas Pengawasan Halal, mengatakan kepada Global News.

Diterimanya ibadah kita di mata Allah tergantung pada hal itu, bahwa kita hanya mengkonsumsi makanan halal,” tambahnya.

Dalam komunitas Muslim Kanada yang sedang mengalami perkembangan, memenuhi kebutuhan pelanggan untuk daging halal merupakan tantangan baru bagi pasar daging halal.

Akan tetapi, dengan minimnya pengawasan terhadap produk makanan halal membuka kesempatan bagi beberapa RPH dan produsen daging untuk melakukan eksploitasi dengan menawarkan produk dengan label halal palsu.

Saat masyarakat Muslim berkembang di sini di Kanada, dan khususnya GTA, Anda akan melihat bahwa banyak orang sekarang yang menginginkan produk halal,” kata Subedar.

Menurut Subedar, kekhawatiran tersebut muncul saat tahun lalu ia pertama kali diberi tahu oleh seseorang yang bekerja dalam produksi daging tentang pemalsuan label hala.

Menanggapi informasi yang mengkhawatirkan tersebut, Subedar kemudian mengorganisir satuan tugas bersama dengan sekelompok teman-temannya untuk melakukan beberapa penyelidikan.

Kami menemukan banyak hal yang membuat kami tidak bisa tidur,” kata Subedar.

Misalnya, mereka menemukan sebuah produsen daging yang menempelkan sendiri label halalnya pada daging yang ditawarkan kepada pelanggan Muslim.”

“Dan hal yang mengejutkan saya adalah ketika kami melakukan investigasi di semua supermarket yang menjual produk halal, barang-barang dengan label halal palsu ada di toko itu dan orang-orang membelinya.

Penyelidikan ini menyebabkan berdirinya Otoritas Pengawasan Halal (HMA), departemen dari Jami’yyatul Ulama Kanada.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.