Nasib seorang perempuan Palestina yang mengalami kebutaan akibat serangan penjajah "Israel"

34

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Ayat Mahfouz, (22), adalah seorang wanita Palestina yang berasal dari kota Hebron, Tepi Barat. Dia telah hidup dalam kebutaan sejak ia masih berusia dua tahun. Pada awal 1990-an, tentara “Israel” menembakkan tabung gas ke rumahnya, yang menyebabkan dia terjatuh dari tangga dan kehilangan mata kanannya.

Dengan penglihatan yang lemah di mata kiri dan mata kanannya yang buta, Ayat terpaksa hidup dalam kegelapan. Seiring waktu berlalu, ia pun menjadi putus asa untuk mencari pengobatan, sedangkan penglihatan mata kirinya semakin memburuk.

Baru-baru ini, ia telah berhenti mencari pengobatan dan mengubur semua harapannya untuk bisa sembuh setelah dia menyadari bahwa pemulihan dirinya tidak lebih hanya sebuah mimpi. Tekanan hidup kadang memaksanya untuk bunuh diri dan memendam kebencian terhadap pasukan pendudukan “Israel”, yang telah menyebabkan dirinya menderita.

Dalam dua tahun terakhir, Ayat telah dua kali berusaha untuk membunuh tentara “Israel”. Tapi semua upayanya itu gagal. Bahkan ia dua kali ditangkap. Pertama dia ditahan selama 40 hari; yang kedua dia ditahan selama 10 bulan.

Ayat pun menjadi sasaran penyiksaan di tangan sipirIsrael”. Ayat telah kehilangan semua harapannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik akibat penglihatannya yang semakin hilang akibat penyiksaan yang diterimanya di penjara.

Ibu Ayat mengatakan bahwa solusi satu-satunya bagi putrinya untuk mendapatkan kembali harapan hidupnya adalah dengan melakukan operasi bedah untuk menggantikan retina mata kirinya dalam rangka untuk mendapatkan kembali penglihatannya dan menanamkan mata kanan buatan.

Ibunya mengatakan bahwa jika ia memandang cermin dan melihat dirinya cantik, dia mungkin merasa jauh lebih baik dan menjadi lebih cenderung untuk beradaptasi dengan lingkungannya, bukannya memikirkan untuk mengakhiri hidupnya atau membalas dendam terhadap tentara “Israel”.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.