Isu Syiah, jika menang Jokowi tolak patok jabatan menteri agama untuk NU

Jokowi
31

JAKARTA (Arrahmah.com) – Calon presiden yang diusung PDIP Joko Widodo (Jokowi) membantah telah mematok jabatan menteri agama untuk golongan tertentu dalam hal ini NU, jika dirinya menang dalam ajang Pilpres 2014.

Pernyataannya ini sekaligus membantah pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebelumnya mengenai jabatan menteri agama dan terkait isu Syiah.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada pembicaraan masalah menteri antara PDIP dengan partai mitra koalisi lain.

“Belum bicara masalah menteri. Sudah saya sampaikan kerjasama ini tanpa syarat,” ucap Jokowi di Pasar Gondangdia, Rabu (28/5/2014), seperti dikutip dari ROL.

Padahal sebelumnya telah diberitakan, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dimana gerbongnya Partai Kebangkitan Bangsa ikut berkoalisi dengan banteng moncong putih, mengatakan dengan penuh optimis bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) bakal menjadi menteri agama jika Joko Widodo-Jusuf Kalla menang dalam Pilpres 2014.

“Saya menjamin menteri agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang,” kata Muhaimin dihadapan ratusan warga NU yang hadir dalam acara Tasyakuran Kemenangan PKB Jatim, di The Empire Palace, Surabaya, Ahad (25/5/2014), lansir Antara.

Bahkan saat itu Muhaimin meyakinkan bahwa pernyataannya ini sekaligus untuk menepis beredarnya isu yang menyebutkan Joko Widodo akan menunjuk gembong kelompok sesat Syiah menjadi menteri agama jika terpilih dalam Pilpres 2014 mendatang.

“Ada isu yang bilang jika Jokowi menang maka menteri agamanya dari Syiah. Itu tidak benar,” ucap Muhaimin. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.