Berita Dunia Islam Terdepan

Hanya 7 hari, IDC akan tebar 30.000 eksemplar buku Ustadz Ba’asyir

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan buku Tadzkiroh
15

JAKARTA (Arrahmah.com) – Agama adalah nasihat. Kesejatian seorang ulama teruji dengan komitmen, konsistensi dan konsekuensi nasihat-nasihatnya dalam kondisi apapun. Ulama sejati yang ikhlas dan alim, senantiasa menyuarakan dakwah tauhid, menyiarkan jihad dan menyerukan gerakan amar ma’ruf nahi munkar.

Di usianya yang sepuh, dari dalam penjara rezim thaghut, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mencurahkan kasih sayangnya kepada umat, bangsa, negara dan penguasa dengan menyuguhkan buku-buku ilmiah ilahiyahyang berisitarbiyah, nasihat emas, pencerahan iman dan peringatan penting.

Sesuai amanah penulisnya, buku-buku monumental itu tidak diperjualbelikan, tapi dibagikan gratis untuk dakwah. Secara teknis, IDC akan menebar buku itu hanya dalam waktu 7 hari terhitung mulai berita ini dipublikasikan di situs http://www.infaqdakwahcenter.com Sabtu (24/05/2014).

Adapun buku-buku yang akan dibagikan tersebut adalah:

1. Tadzkiroh edisi lengkap

  • Penulis: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir
  • Tebal: 400 halaman
  • Penerbit: JAT Media Center (JMC)

Buku Tadzkiroh edisi Lengkap ini adalah penggabungan dua buku, yaitu Tadzkiroh I dan Tadzkiroh II yang ditulis Ustadz Abu saat mengalami penzaliman yang luar biasa di dalam penjara Bareskrim Mabes Polri.

Penzaliman terhadap ulama itu tak menghalangi Ustadz Abu untuk tetap mencurahkan kasih sayangnya dengan memberikan tausiyah kepada penguasa NKRI dari presiden hingga camat, agar bertauhid dan mengaplikasikan Syariat Islam secara kaffah, murni dan tidak dicampur-aduk dengan ideologi apapun. Hanya dengan Syariat Allah bangsa Indonesia sukses menjadi Baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafuur. Tanpa itu, bangsa Indonesia tidak akan selamat dari azab Allah Ta’ala.

Dalil-dalil Al-Qur’an dan Sunnah dalam buku ini semakin lengkap dengan nukilan fatwa para ulama Ahlussunnah, antara lain: Imam Qurthubi, Imam Baidhawi ulama besar Saudi, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy, Syaikh Abdullah Al-Jibrin, Syaikh Abdurrahman As Sa’di, Syaikh Abdullah Azzam.

Ketegaran Ustadz Abu dalam mengemban dakwah tauhid meski terasa panas seperti menggenggam bara api. kiyai karismatik ini berpegang teguh pada pernyataan sikap Asy-Syaikh Abu Dujanah Ash-Shamy, salah seorang ulama Robbani: “Jika kami mengatakan kebenaran pasti kami akan mati dan jika kami tidak mengatakan kebenaran pasti kami pun akan mati maka kami akan mati dengan mengatakan kebenaran, dan kami tetap akan mengatakan kebenaran meskipun taring-taring anjing mencabik-cabik daging kami, meskipun paruh-paruh burung mematuk-matuk kepala kami, hidup kami hanya untuk Allah, kami mati karena membela agama Allah”.

2. Nasihat ulama kepada negeri seribu bencana

  • Judul buku: Tadzkiroh kepada Penguasa tentang Bencana di Indonesia
  • Penulis: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir
  • Tebal: 32 halaman
  • Penerbit: JAT Media Center (JMC)

Bencana merajalela dan merata hampir sempurna ke segala kalangan di segala penjuru tanah air, dari bencana alam, bencana kemanusiaan, bencana moral, hingga bencana iman.

Bencana alam bertubi-tubi menghantam negeri dengan terus terjadinya tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin topan, puting beliung dan lain sebagainya.

Bencana moral dan kemanusiaan makin menjijikkan dengan maraknya tindakan kriminal, korupsi, manipulasi, kolusi, premanisme, perampokan, penyebaran narkoba, miras, perilaku seksual menyimpang (perzinaan, freesex, homoseksual, perselingkuhan, hamil diluar nikah, aborsi, pemerkosaan), dan sebagainya.

Bencana iman makin akut dengan gencarnya gerakan pemurtadan, suburnya amal kekafiran, kemusyrikan, bid’ah dan intimidasi terhadap dakwah tauhid.

Tadzkiroh ini disampaikan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai rasa cintanya terhadap bangsa dan negara agar terhindar dari segala bencana dan azab Allah SWT.

Kezaliman rezim terhadap dirinya, tak mengurangi ketulusan amir Jamaah Ansharut Tauhid ini untuk menyampaikan nasihat dan peringatan agar para penguasa melakukan taubat nasional dengan kembali kepada Syariat Islam dalam mengelola negara.

Jika para penguasa NKRI tunduk dan setia kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mentaati hukum dan syariat Islam, insya Allah Indonesia akan menjadi negara yang diridhai Allah.

Sebaliknya, jika menolak syariat Islam, maka Allah tidak segan-segan menimpakan bencana dan musibah yang lebih dahsyat kepada bangsa Indonesia. Dan para penguasaakan menanggung dosa 250 juta rakyat indonesia sepanjang masa Na’udzubillah min dzalik.

3. Peranan iman jihad dan ciri-ciri mukmin yang benar imannya

  • Judul Buku: Peranan Iman Jihad dan Ciri-ciri Mukmin yang Benar Imannya
  • Penulis: Ustadz Abu Bakar Ba’asyir
  • Tebal: 72 halaman
  • Penerbit: JAT Media Center (JMC)

Dari dalam penjara thaghut, dengan segala keterbatasan fasilitas, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (fakkallohu asrohu) mengajarkan inti ajaran iman dan jihad. Keduanya diterangkan dengan singkat, padat, bernas dan lugas mudah dipahami.

Melalui gaya tulisannya yang khas, dengan akurasi dalil-dalil Al-Qur’an dan Sunnah, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir berusaha menyalakan iman dan jihad kaum Muslimin, agar menjadi mukmin dan mujahid yang benar imannya, sesuai firman Allah Ta’ala: “Dan barangsiapa mengerjakan amal yang shalih baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab” (Qs. Al-Mukmin 40).

Iman adalah syarat diterimanya amal. Allah SWT hanya menerima amal baik dari orang mukmin yang benar imannya. Semua amal akan tertolak sia-sia bagaikan debu yang berterbangan, jika imannya rusak tidak menepati tuntunan Allah.

Salah satu dari 15 ciri mukmin yang benar imannya adalah cinta jihad dengan aktif berjihad di jalan Allah, menginfaqkan harta untuk jihad fisabilillah, menolong kaum muhajirin dan mujahidin.

Jihad fisabilillah adalah syariat yang amat agung untuk menegakkan Dinul Islam, melindungi Islam dan menjaga kaum muslimin dari kehinaan hidup. Tanpa jihad perjuangan menegakkan dinul Islam tidak mungkin menang, hidupnya hina diinjak-injak thaghut. Umat Islam menjadi lemah, dibantai, diusir dan dihinakan orang kafir jika meninggalkan jihad. Tak heran jika Allah mewajibkan jihad (Al-Baqarah 216) dan mengancam mukmin yang tidak mau berjihad dengan siksaan yang pedih (At-Taubah 38-39).

Komentar tokoh:

  1. H. Mashadi, mantan Anggota DPR RI

    “Buku ini menjadi pengingat dan pedoman bagi orang-orang beriman untuk tetap berpegang pada manhaj yang digariskan Allah Ta’ala. Sebuah pedoman yang sangat berharga, ditulis ditulis dari dalam penjara oleh seorang ulama yang sudah mengalami pasang surut kehidupan berharakah, memiliki kedalaman ilmu dan sikap yang jelas bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.”

  2. H. Achmad Michdan SH, Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM)

    “Buku ini penting untuk dibaca dan dipelajari. Saling mengingatkan Muslim yang satu dengan Muslim yang lain bahwa dalam menjalani hidup dan kehidupan, termasuk kehidupan bernegara, harus berlandaskan hukum Allah. Karena pada dasarnya tegaknya hukum Allah itu untuk kemaslahatan umat manusia di dunia dan di akhirat.”

  3. Munarman SH, Direktur An-Nashr Institute:

    “Buku ini sepatutnya menjadi perhatian bagi para pemimpin yang sombong dan menolak penerapan Syariat Islam secara kaffah dan murni. Penolakan terhadap Syariat Islam hanya akan menjerumuskan negeri ini pada kehancuran. Jadi nasihat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini harus dilihat sebagai bukti kecintaan beliau terhadap umat Islam di negeri ini. Aneh jika ulama yang menyerukan kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran malah dimusuhi oleh penguasa beserta kaki tangannya.”

  4. Ustadz Muhammad Achwan, Amir Binniyabah Jamaah Ansharut Tauhid/JAT:

    “Bencana akhlak dan moral bangsa yang semakin parah mengundang murka Allah sehingga bencana alam bertubi-tubi menghantam negeri. Sebagai ulama yang sangat peduli terhadap nasib bangsa Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir selalu memberikan nasihat dan peringatan, di antaranya melalui buku Tadzkiroh ini. Kaum Muslimin harus membaca dan merenungkan kedalaman buku ini.

  5. Harits Abu Ulya, Pemerhati Kontraterorisme, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA):

    “Hadir dengan sikap, pemikiran, pandangan dan perjuangan di zaman umat yang urusannya dipegang oleh para Ruwaibidhah yang zalim, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memfokuskan karyanya dalam masalah ushul (akidah). Dan inilah kajian penting di saat umat sangat awam terhadap hal-hal yang bisa membatalkan keimanan dan keislaman. Hujatan dan tuduhan miring terhadap buku ini tidak lebih sebagai upaya kriminalisasi ajaran-ajaran Islam dari pihak-pihak kuffar dan Munafiqun, agar kebangkitan Islam bisa dikerdilkan, sehingga Indonesia eksis di atas sistem thaghut-jahiliyah atau sekulerisme liberalisme.”

  6. Fuad Al-Hazimi, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Magelang:

    “Tidak jarang nasihat yang indah terasa pedas dan pahit untuk diterima. Namun ibarat obat, jika diterima dengan hati ikhlas dan pikiran yang jernih niscaya nasihat yang pahit itu akan menjadi obat yang sangat mujarab. Meski disampaikan dengan sepenuh kecintaan, nasihat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada bangsa Indonesia dalam buku ini akan terasa sangat pahit jika diterima dengan hawa nafsu dan hati yang kotor. Padahal jika penguasa negeri ini mau tulus ikhlas mendengar dan menerima nasihat beliau, niscaya mereka selamat di dunia akhirat, dan bangsa ini akan menjadi bangsa yang dilimpahi berkah dan ridha Allah Ta’ala. Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.”

Dapatkan gratis, tidak diperjualbelikan

Bila dijual dengan harga standar, maka harga buku Tadzkiroh Edisi Lengkap adalah Rp 80.000; buku Tadzkiroh kepada Penguasa tentang Bencana di Indonesia adalah Rp 5.000; sedangkan buku Peranan Iman dan Jihad adalah Rp 15.000,-

Total harga buku-buku monumental Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu adalah Rp 100.000,- Tapi untuk donatur dan partisan Infaq Dakwah Center (IDC) semua buku itu dibagi gratis alias cuma-cuma. Bagaimana caranya?

1. Hanya perlu mengganti ongkos kirim (JNE, TIKI atau POS):

  • Rp 26.100 (Jabodetabek)
  • Rp 37.100 (Pulau Jawa non Jabodetabek)
  • Rp 42.100 (Luar Pulau Jawa)

CATATAN:

  • Tambahan nominal Rp 100 (seratus rupiah) adalah kode indentifikasi agar tidak bercampur dengan program IDC lainnya.
  • Kelebihan ongkos kirim dihitung sebagai infaq kepada IDC untuk subsidi silang bagi umat Islam yang membutuhkan buku tapi tidak punya dana, atau untuk program-program dakwah, pendidikan dan sosial fisabilillah.

2. Ongkos kirim ditransfer ke rekening IDC:

  • Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank BNI Syari’ah, No.Rek: 293.985.605 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank Mandiri Syariah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.728.9 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  • Bank BCA, no.rek: 631.0230.497 a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

3. Info, konfirmasi dan pemesanan:

0896.6070.5775, 0857.4116.4567 (no call, SMS only).

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...