Ormas Islam desak Polres Bandung buka garis polisi di Masjid Nurul Ikhlas Cihampelas

Elemen Ormas Islam, pihak DKM Nurul Ikhlas dan puluhan warga sekitar mendatangi lokasi Masjid Nuril Ikhlas Cihampelas Bandung guna melakukan aksi menuntut polisi membuka police line agar masyarakat dapat menggunakan Masjid untuk shalat kembali, Jumat (235/2014)
13

BANDUNG (Arrahmah.com) – Pasca dirusak sekelompok preman, Masjid Nurul Ikhlas yang terletak di Jl. Cihampelas no 149 Bandung kini ditutup dan diberi police line. ElemenOrmas Islam, pihak DKM Nurul Ikhlas dan beberapa warga sekitar mendatangi lokasi guna melakukan aksi menuntut polisi membuka police line agar masyarakat dapat menggunakan Masjid untuk shalat kembali.

“Yang kami inginkan agar sekarang police line dibuka agar masyarakat dapat shalat kembali di sini,” kata ustadz Sudiana, salah satu khatib pengisi masjid Nurul Ikhlas bersama puluhan masa lainnya di Bandung, Jumat (23/5/2014).

Hadir dalam pertemuan di TKP pengrusakan Masjid Wakapolres Bandung, AKBP Awal SIK, M.Si dan juga Ketua MUI Cihampelas ustadz Suhendi.

Sementara itu, Ketua DKM Nurul Ikhlas Hari Nugraha pun menegaskan agar perkara ini dapat diselesaikan secara hukum. “Yang kami sesalkan, saa tpengrusakan polisi berada di tempat dan terkesan membiarkan. Upaya premanisme ini sebenarnya tidak perlu terjadi, bisa diselesaikan secara hukum,” katanya.

Sedang Wakapolres Bandung mengatakan bahwa perkara ini perlu didudukkan secara khusus, antara kasus sengketa tanah, dan juga pengrusakan rumah ibadah.

“Kami sendiri sebagai polisi tidak setuju jika ada rumah ibadah dirusak.Tapi, untuk keamanan, tempat ini masih kami tutup sementara. Senin depan kami coba mediasi antara DKM dengan pihak PT KAI,” kata AKPB AwalChaeruddin. (azm/alhikmah/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.