Indonesia milik Allah: Tinggalkan demokrasi, ganti dengan Syari'ah dan Khilafah

Foto ilustrasi, Muktamar Khilafah di Jakarta
9

LANGSA (Arrahmah.com) – Muslimah Hizbut Tahrir DPD II Kota Langsa melaksanakan diskusi publik dengan tema “Indonesia Milik Allah:Tinggalkan demokrasi, ganti dengan Syari’ah dan Khilafah” bertempat di Aula Setda Kota Langsa, Kamis (15/5/ 2014), Pukul 09.10 waktu setempat. Acara yang dihadiri oleh siswi-siswi sekolah menengah akhir dan sederajat seKota Langsa, juga dihadiri oleh beberapa ibu-ibu perwiridan Kota Langsa.

Pada kesempatan itu dipaparkan oleh pembicara, demokrasi menyamakan dirinya dengan syura'(musyawarah dalam Islam, pada hal-hal yang mubah) agar dapat diterima oleh orang-orang Islam. Padahal sangat berbeda antara keduanya, demokrasi memusyawarahkan segala hal dan yang menjadi keputusan adalah ketika keputusan tersebut memiliki banyak yang mendukung (voting), walaupun itu bertentangan dengan aturan Allah.

Demokrasi yang diterapkan di negara-negara sebagian besar di dunia tidak lain adalah seperti racun yang berkemaskan dengan indah. Demokrasi digambarkan sebagai saling bertoleransi antar manusia,padahal jika dianalisa lebih dalam tentang demokrasi, demokrasi adalah menjadikan setiap individu manusia menjadi pembuat hukum. Demokrasi mengusung 4 kebebasan dalam bertingkah laku, kekebabasan berperdapat, kebebasan berkepemilikan dan kebebasan beragama yang dikemaskan dalam hak asasi manusia.

Maka dengan prinsip demokrasi seperti itulah yang merusak negara ini, aturan-aturan yang diterapkan negara ini adalah aturan yang dibuat oleh manusia melalui voting suara terbanyak. Allah SWT telah memperingatkan manusia dalam Al-Qur’an Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, Sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.” (QS. Al-‘Ankabut :56). Sembahlah Aku bukan hanya berupa shalat, tapi sembahlah allah dalam berbagai hal yaitu menggunakan hukum-hukum allah dalam sistem ekonomi, budaya, pendidikan, politik luar negri dan sebagainya sebagaimana yang dicontohkan oleh rasulullah dan para khalifah-khalifah setelah beliau yang menerapkan syari’ah islam dalam bingkai Khilafah.

Maka pantaslah saat ini negara ini tidak pernah bisa menjadi negara yang mandiri yang mampu memenuhi kebutuhan hidup setiap rakyatnya malah menghancurkan setiap individu manusia. Karena allah telah memperingatkan kita dalam al-qur’an.

“Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)(QS al-Rum : 41)

Indonesia tidak memiliki pilihan lain selain meninggalkan demokrasi, ganti dengan syari’ah dan khilafah karena Indonesia milik Allah. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.