Hanya orang berakal sesat yang mencaci maki sahabat dan isteri Nabi

Acara bedah buku "Ulama Syiah menghujat Syiah" di masjid Fathullah UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (17/5/2014)
34

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah memaparkan banyak dusta Syiah, dengan mengutip pernyataan ulama Syiah Mullah Ahmad Kasravi, Ketua Lajnah Tanfiziyah Majelis Mujahidin Irfan S Awwas mengatakan bahwa manusia tertarik pada Syiah disebabkan karena dua hal, keduanya adalah kenikmatan bersifat duniawi semata yang akan muspra. Pertama, finansial dan kedua, mut’ah (kawin kontrak).

“Karena dua hal inilah Syiah menjadi sumber konflik,” terang ustadz Irfan dalam acara bedah buku “Ulama Syiah menghujat Syiah” di masjid Fathullah UIN Ciputat, Tangerang Selatan Sabtu (17/5/2014).

Selanjutnya, dia mengatakan, tidak mungkin seorang Muslim yang mencintai Nabi dan para sahabat kemudian mencaci maki para sahabat.

“Hanya orang yang berakal sesat yang mencaci maki para sahabat dan isteri Nabi,” tegas penyelaras terjemah buku yang sedang dibedah ini.

Dipaparkan pula, problematika Syiah dari dahulu hingga kini adalah mengaku Islam namun melecehkan Islam dengan menghina sahabat Nabi dan isteri Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam serta berideologi takfiri.

“Problemnya mengaku Islam namun menghujat Islam,” kata ustadz Irfan.

Mengenai buku yang dibahas, “Ulama Syiah menghujat Syiah” dia mengatakan, mengenal kesesatan Syiah dari orang yang anti Syiah itu biasa, namun mengenal Syiah dari orang Syiah mudah-mudahan lebih orisinil.

Ulama Syiah Mullah Ahmad Kasravi dalam buku ini, kata ustadz Irfan, tidak menggunakan dalil yang jelimet dan logika yang susah dicerna, cukup dengan pertanyaaan-pertanyaan sederhana untuk membungkam dusta Syiah.

Salah satu contohnya, Seperti Ali Radhiyallahu ‘anhu, yang diangkat oleh orang Syiah sebagai Imam pengganti Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam. Nyatanya justru Ali berbaiat kepada Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu anhum. Karena itu, kata Kasravi, atas dasar apa orang Syiah marah dan benci kepada Abu Bakar, Umar, dan Utsman, padahal Ali saja ridho dan berbaiat kepada ketiga sahabat yang mulia itu.

Sebagai penutup ustadz Irfan juga mengajukan pertanyaan, sampai hari ini apa untungnya kehadiran Syiah bagi umat Islam? Apa peran Syiah terhadap Islam?

Acara bedah buku ini mengadirkan tiga orang ulama, Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman, KH. Misbahul Munir Kholil dan ustadz Irfan S. awwas. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.