Ekstrimis partai sayap kanan Inggris membagikan selebaran dan Bible di masjid-masjid

23

LONDON (Arrahmah.com) – Sebuah kelompok sayap kanan Inggris telah menyerbu masjid-masjid di Bradford untuk membagikan selebaran antiIslam. Tindakan tersebut telah menimbulkan kecaman dari polisi dan pemimpin agama sebagai sebuah tindakan yang akan merusak keharmonisan di kota tersebut.

Pendekatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut terasa sangat mengintimidasi, memicu permusuhan dan mengancam, dan mereka meminta untuk berbicara kepada imam masjid dengan suara tinggi,” kata Azhar Dim, sekretaris wali di masjid Cumbernauld di Glasgow, mengatakan kepada The Guardian pada Selasa, (13/5/2014).

“Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan beberapa jamaah yang hadir. Namun, ketika imam muncul dan berbicara dengan mereka, situasi menjadi lebih tenang dan normal.”

“Pemimpin kelompok tersebut memberikan imam beberapa selebaran dan Alkitab dan berbicara dengan imam, sebelum kemudian meninggalkan tempat tersebut,” kata Dim menambahkan, mengingat kejadian serangan yang terjadi Sabtu lalu.

Serangan itu terjadi Sabtu lalu (10/5), ketika anggota dari Britain First, kelompok sayap kanan, berkumpul untuk membagikan Alkitab dan selebaran antiMuslim di masjid Bradford dan Glasgow.

Kelompok eksrimis itu selama ini telah melakukan kampanye dan menyebarkan selebaran di 10 masjid di kota, berkonfrontasi dengan pemuda Muslim dan menyerbu masjid untuk membagikan selebaran mereka.

Menurut perwakilan dari Britain First, cabang dari partai Nasional Inggris yang ikut bersaing di pemilihan lokal dan Eropa bulan ini, kunjungan pada Sabtu itu adalah bagian dari kampanye perang salib Kristenterhadap Islam.

Para detektif di Bradford mencoba untuk menentukan apakah akan dikenakan sanksi terhadap mereka, karena setidaknya tiga masjid di kota itu telah menjadi sasaran.

Polisi di Yorkshire Barat memberikan perhatian terhadap sekelompok kecil yang membagikan selebaran di Bradford pada hari Sabtu,” Inspektur Ramzan Mohayuddin, Polda Bradford, mengatakan kepada Telegraph.

“Kami sedang mengevaluasi isi dari selebaran tersebut, dan memperhatikan cara mereka mendistribusikannya, untuk menetapkan hukuman terhadap mereka, jika ada pelanggaran yang telah dilakukan.

Kami bekerja sama dengan masyarakat setempat dan mitra agama untuk tetap memberikan informasi dari penyelidikan kami dan jika ada pelanggaran yang telah dilakukan, tindakan yang tepat akan diambil.”

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.