Warga Brunei diminta untuk tetap sabar dan bersatu dalam menghadapi kritik

26

BANDAR SERI BEGAWAN (Arrahmah.com) – Brunei memperingatkan warganya untuk tetap sabar dan bersatu saat negara itu mendapat kecaman dan kritik dari media internasional terkait dengan penerapan hukum pidana Syari’ah baru-baru ini, sebagaimana dilansir oleh Brunei Times, Sabtu (10/5/2014).

Undang-undang baru tersebut mulai diberlakukan pada tanggal 1 Mei, seperti yang dicanangkan oleh Yang Mulia Sultan dan Yang DiPertuan Brunei Darussalam.

Yang penting sekarang kita sebagai warga Brunei harus bersatu meskipun berasal dari latar belakang dan keyakinan yang berbeda. Kita juga harus menunjukkan kepatuhan kita kepada pemimpin negara kita,kata khatib selama khotbah Jum’at.

Dalam khotbahnya, khatib tersebut juga menekankan bahwa Brunei merasa sangat beruntung telah memiliki seorang pemimpin yang tegas mengikuti ajaran Islam dan memasukkan hukum-hukum Allah SWT dalam sistem administrasi negara, berdasarkan Ahlu Sunnah Wal Jamaah dan Mazhab Syafi’i.

Hukum Syari’ah adalah perintah Allah SWT yang termaktub dalam AlQuran dan Hadis” tegasnya.

Oleh karena itu, umat Islam harus menerima hukum Syari’ah sepenuh hati seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT. Muslim yang tidak melaksanakannya akan dianggap sebagai orang-orang yang berada di jalan yang salah.

“Pelaksanaan hukum ini adalah suatu perkembangan dalam menegakkan Islam di Brunei, yang telah diterapkan berabad-abad sebelumnya. Hukum Syari’ah tidak seperti yang orang-orang klaim sebagai sesuatu kuno dan terbelakang. Hukum Syari’ah adalah sesuatu komprehensif dan berlaku untuk seluruh ummat manusia, terlepas dari waktu dan tempat, kata khatib tersebut.Tujuan akhir dari pelaksanaan Syari’ah Islam adalah untuk mencari ridho dari Allah SWT.”

Khatib tersebut menyesalkan bahwa mereka yang anti Syari’ah tidak mengetahui dengan benar tentang hukum Islam.

“Syari’ah Islam menjamin kesejahteraan ummat manusia dan membantu untuk mengatasi masalah-masalah sosial seperti perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, penyalahgunaan narkoba, hubungan seksual di luar nikah, korupsi dan semacamnya.” tegas khatib tersebut.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.