Jabhah Nushrah merilis video perang pembebasan dua posko militer di kota Thayibah Al-Imam

Abu Samir Al-Hamawi Al-Anshari (tengah) melantunkan nasyid jihad ditemani Abu Mush'ab Al-Muhajir (kiri)
21

HAMAH (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Ahad (13/4/2014) merilis video “Pembebasan Posko Militer Saman dan Jib Abu Ma’ruf”.

Video berdurasi 21 menit 13 detik tersebut mendokumentasikan peperangan yang diterjuni oleh mujahidin Jabhah Nushrah dalam membebaskan posko militer Saman dan posko militer Jib Abu Ma’ruf di wilayah barat laut kota Thayyibah Al-Imam, pinggiran Hamah utara.

oke

Nilai strategis posko militer Saman dan Jib Abu Ma’ruf

Posko militer Saman merupakan benteng kokoh pasukan rezim Nushairiyah Suriah karena keganasan posisi geograsfinya. Kelompok-kelompok mujahidin Islam lainnya belum mampu membebaskannya sejak posko militer itu dibangun rezim 16 bulan yang lalu, meskipun mujahidin berulang kali melakukan penyerangan terhadapnya. Posko militer Saman adalah markas bagi dua buah tank BMP, dua senjata mesin kaliber 14,5 mm dan sekitar 30 tentara rezim Nushairiyah.

Adapun posko militer Jib Abu Ma’ruf adalah markas bagi sebuah tank dan sekitar 50 tentara rezim Nushairiyah.

Sasaran dan taktik serangan

Sesuai rencana mujahidin Jabhah Nushrah akan melancarkan serangan serentak terhadap empat sasaran militer: [1] gedung Dinas Intelijen Pertahanan Udara, [2] posko militer Saman, [3] posko militer Jib Abu Ma’ruf dan [4] posko militer Madajin yang terletak di barat laut kota Thayibah Al-Imam, pinggiran Hamah utara.

Serangan mujahidin akan diawali dengan serangan syahid oleh Abu Mush’ab Al-Muhajir semoga Allah menerimanya dengan kendaraan yang membawa satu ton bom. Serangan itu menargetkan dan menghancurkan gedung Dinas Intelijen Angkatan Udara yang terletak di selatan posko militer Saman.

Serangan bom syahid pertama merupakan serangan pembuka jalan bagi serangan syahid kedua, dimana Abu Samir Al-Hamawi mengendarai tank BMP yang membawa enam tom bom dengan target posko militer Saman.

Pada saat serangan syahid kedua tersebut dilakukan, regu-regu mujahidin akan menyerbu posko militer Jib Abu Ma’ruf. Pada saat yang bersamaan pula regu-regu mujahidin lainnya menyibukkan posko militer Madajin yang berdekatan dengan posko militer Jib Abu Ma’ruf, dengan tembakan mortar, senjata mesin kaliber 23 mm dan senjata mesin berat DShK.

Komandan operasi menjelaskan taktik serangan kepada mujahidin
Komandan operasi menjelaskan taktik serangan kepada mujahidin

 

Mujahidin menunaikan shalat berjama'ah sebelum memulai serangan
Mujahidin menunaikan shalat berjama’ah sebelum memulai serangan

 

Sebagian bom yang dipersiapkan untuk serangan syahid
Sebagian bom yang dipersiapkan untuk serangan syahid

 

Abu Samir Al-Hamawi Al-Anshari (tengah) melantunkan nasyid jihad ditemani Abu Mush'ab Al-Muhajir (kiri)
Abu Samir Al-Hamawi Al-Anshari (tengah) melantunkan nasyid jihad ditemani Abu Mush’ab Al-Muhajir (kiri)

 

Mujahidin berkumpul sebelum pelaksanaan serangan
Mujahidin berkumpul sebelum pelaksanaan serangan

 

Pelaksanaan dan hasil serangan

Pada Rabu malam, 18 Jumadil Ula 1435 H / 19 Maret 2014 M sekitar pukul 24.00, pelaku serangan syahid pertama Abu Mush’ab Al-Muhajir berangkat untuk menghancurkan gedung Dinas Intelijen Angkatan Udara. Serangan itu berhasil menghancurkan sasaran dan menewaskan serta mencederai puluhan tentara rezim Nushairiyah.

Abu Mush'ab Al-Muhajir, pelaku serangan syahid dengan bom mobil
Abu Mush’ab Al-Muhajir, pelaku serangan syahid dengan bom mobil

 

Abu Mush'ab Al-Muhajir menyampaikan pesan perpisahaan sesaat sebelum melakukan serangan
Abu Mush’ab Al-Muhajir menyampaikan pesan perpisahaan sesaat sebelum melakukan serangan

Abu Samir Al-Hamawi kemudian melaju dengan tank BMP bermuatan enam ton bom menuju posko militer Saman. Rupanya serangan bom syahid pertama menimbulkan ketakutan luar biasa kepada pasukan Nushairiyah dalam posko militer Saman dan posko-posko militer lainnya. Kepanikan, ketegangan dan keguncangan hati membuat pasukan Nushairiyah kehilangan akal sehatnya.

Tank BMP yang memuat 6 tom bom siap dioperasikan oleh Abu Samir Al-Hamawi
Tank BMP yang memuat 6 tom bom siap dioperasikan oleh Abu Samir Al-Hamawi

 

Saat tank BMP Abu Samir Al-Hamawi mendekati posko militer Saman, pasukan Nushairiyah dalam posko militer tersebut mengiranya sebagai pasukan bantuan untuk mereka. Maka mereka membawa masuk tank BMP tersebut tanpa pemeriksaan apapun. Abu Samir Al-Hamawi memarkir tank BMP tersebut di dalam posko militer Saman. Tiada seorang pun tentara Nushairiyah yang melepaskan tembakan kepadanya. Allah membutakan akal mereka.

Akhirnya Abu Samir Al-Hamawi berhasil keluar dari dalam posko militer Saman. Ia meledakkan tank BMP tersebut dengan remote control dari kejauhan. Ledakan bom tank BMP itu menewaskan sedikitnya 15 tentara Nushairiyah, menurut data awal, dan menghancurkan bagian besar dari bangunan posko militer Saman. Abu Samir Al-Hamawi sendiri berhasil kembali ke tengah mujahidin dengan selamat, atas karunia Allah semata, subhanallah.

 

Abu Samir Al-Hamawi, pelaku serangan syahid dengan tank BMP berhasil kembali ke tengah mujahidin dengan selamat
Abu Samir Al-Hamawi, pelaku serangan syahid dengan tank BMP berhasil kembali ke tengah mujahidin dengan selamat

Mujahidin kemudian menyerbu masuk ke dalam sisa-sisa bangunan posko militer Saman dengan beberapa buah tank. Karena ketakutan dan terdesak, sisa-sisa pasukan Nushairiyah dengan mengendarai sebuah tank T 72 dan sebuah tank BMP melarikan diri dari posko militer Saman menuju posko militer Madajin yang jaraknya berdekatan.

Mujahidin berhasil merebut sebuah tank T 72, senjata mesin kaliber 14,5 mm, sejumlah besar senjata ringan dan amunisinya beragam jenis. Dua orang tentara Nushairiyah tewas ditembak mujahidin saat mujahidin menyerbu masuk ke dalam posko militer Saman.

Sementara itu posko militer Jib Abu Ma’ruf berhasil diduduki mujahidin setelah penyerbuan mujahidin menemui perlawanan sengit dari pasukan rezim Nushairiyah. Mujahidin berhasil menewaskan dan mencederai banyak tentara Nushairiyah. Sisa-sisa pasukan Nushairiyah melarikan diri ke areal pertanian.

Sebanyak 8 tentara Nushairiyah berhasil ditawan oleh mujahidin. Sebagian besar pasukan Nushairiyah yang melarikan diri tersebut belakangan tewas di tangan para pejuang di wilayah tersebut. Mujahidin juga merebut sebuah tank T 62 dan sejumlah besar amunisi. Segala puji bagi Allah semata.

Sebagian tentara Nushairiyah yang berhasil ditawan oleh mujahidin
Sebagian tentara Nushairiyah yang berhasil ditawan oleh mujahidin

 

Sebagian hasil rampasan perang yang diperoleh mujahidin
Sebagian hasil rampasan perang yang diperoleh mujahidin

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.