Puluhan polisi disel karena pecandu narkotik

Polisi sedang memusnahkan barang bukti narkoba
8

PADANG (Arrahmah.com) – Be­be­rapa anggota Polres Pesisir Se­latan (Pessel) terpaksa dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres setempat. Di­duga, oknum tersebut positif mengon­sumsi narkotika jenis sabu.

Jumlah polisi yang diamankan tersebut masih simpang siur. Sebab, informasi yang diperoleh, sekitar 18 oknum polisi yang terlibat dalam kasus tersebut. Se­mentara pengakuan dari pihak Polda Sumbar, hanya 10 oknum yang diamankan di dalam sel.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus ini men­cuat ke publik dan menjadi bahan perbincangan di sejum­lah warung di Kota Painan, sejak dua hari belakangan ini.

Beberapa personel kepolisian disebut-sebut kepergok langsung atau tertangkap tangan oleh pimpinannya berada di sebuah kafe di daerah Pantai Carocok, Painan, Padang. Apalagi, kemudian warga melihat ada belasan anggota Polres dengan kepala botak lari mengeliling Mapolres dengan pengawalan petugas bersenjata lengkap.

“Ketika itu secara tak sengaja, saya mendengar pembicaraan antara sesama anggota Polres. Katanya, jumlah personil yang dikenai sanksi potong rambut akan bertambah dua orang lagi. Jadi kalau benar, total yang terlibat narkoba menjadi 20 orang personil,” kata salah seorang warga setempat yang keberatan ditulis namanya.

Terkait kasus ini, Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi mengakui ada be­berapa oknum Polres Pessel positif mengonsumsi narkoba dan saat ini telah diamankan di sel tahanan. Namun, jumlah personil yang terkena huku­man itu sebanyak 10 oknum polisi.

“Jumlah oknum yang diam­an­kan itu tidak sebanyak infor­masi yang beredar di luar. Akan tetapi, jumlah oknum yang positif narkotika sebanyak 10 personel,” jelas Syamsi kepada Haluan, Ahad (4/5/2014).

Syamsi menceritakan, kisah oknum polisi yang diamankan ini berawal saat penangkapan yang dilakukan oleh Unit Nar­koba Polres Pessel di sebuah kafe di jalan umum Simpang Bungo Pasang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pessel, Selasa (29/4) sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu, petugas menga­mankan satu warga sipil yakni Nirwan Nababan. Saat dilakukan penggeledahan di dalam mobil miliknya jenis Toyota Vios dengan nomor polisi palsu B 1631 BSJ, ditemukan tas yang berisi butiran kristal, yang diduga adalah narkotika jenis sabu.

Kemudian petugas memba­wanya ke Mapolres Pessel untuk dilakukan pengembangan. Alhasil, dari nyanyian tersangka, ia mengaku pernah mengonsumsi narkoba bersama-sama dengan beberapa anggota polisi.

Mendengar keterangan ter­sang­ka ini, lanjut Syamsi, Kapolres AKBP Toto Fajar Prasetyo langsung memerin­tahkan seluruh anggotanya untuk melakukan tes urine selama tiga hari, yakni dimulai pada Rabu (30/4/2014) hingga Jumat (2/5/2014). Ternyata, hasil tes urine 10 oknum polisi tersebut positif.

“10 oknum polisi tersebut dari berbagai unit di Polres Pessel, yakni dari unit Intel, Reksrim, Lantas dan Sabhara. Namun, untuk nama kesepuluh oknum itu saya tidak tahu,” jelas Syamsi.

Kemudian, Sabtu (3/5/2014), dari 10 oknum tersebut enam di antaranya telah menjalani sidang disiplin. Untuk sisanya, rencana sidang disiplin dilanjutkan besok (hari ini,red). “Saya tidak tahu apa sanksi yang diterima oleh mereka. Sebab, sanksi yang akan diterima oleh mereka tergantung dari angkumnya (pimpinan,red),” ungkapnya.

Sementara Kabid Propam Polda Sumbar AKBP M. Lutfi menyebutkan, dia memang mendapatkan laporan bahwa ada beberapa anggota Polres Pessel positif mengonsumsi narkotika. Namun, untuk proses lebih lanjut, diserahkan ke Polres setempat.

“Kasus tersebut tidak dilim­pahkan ke Polda, tetap ditangani oleh Polres setempat. Untuk masalah pelanggaran yang diterima oleh anggota ini hanya sanksi dari Komisi Kode Etik (KKE) Polri. Sebab, di tangan anggota yang bermasalah ini tidak ditemukan barang bukti. Walau­pun demikian, Polres setempat akan tetap mengusut lebih jauh,” jelasnya.

Waka Polres Pessel Kompol Hendri Yahya mengakui bahwa Polres Pesisir Selatan menahan 10 orang anggota Polres Pessel. Mereka ini ditahan terindikasi positif mengom­sumsi narkoba setelah dila­kukan tes urine.

Mereka yang terlibat narko­ba tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Pessel. Pihak Polres juga akan terus melaku­kan pemeriksaan kepada seluruh anggota. Bahkan kegiatan tes urine bakal rutin dilaksanakan.

Kesepuluh anggota terse­but, namanya belum bisa dipu­blikasikan karena masih dalam pemeriksaan. Mereka jelas akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dari hasil tes urine, baru 10 orang anggota yang positif mengomsumsi narkoba. Pemerik­saaan ini akan terus dikembangkan. Kemung­kinan masih ada yang lainnya. Bagi mereka yang terbukti, tentu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kepada anggota kepolisian di wilayah hukum Polres Pessel diimbau agar dapat menjauhi narkoba. Pasalnya, perbua­tan tersebut baik pemakai maupun pengedar jelas bertentangan dengan hukum,” himbaunya. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.