Mujahidin Jabhah Nushrah menangkap komandan FSA di provinsi Deraa

Mujahidin Jabhah Nushrah mengibarkan bendera di Bandara Taftanaz, provinsi Idlib, Suriah utara pada 11 Januari 2013. (Foto : AP)
14

DERAA (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Nushrah telah menangkap seorang komandan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di provinsi Deraa beberapa hari setelah dia mengumumkan pembentukan kelompok FSA terbaru yang didedikasikan untuk memerangi “ekstrimis”.

“Jabhah Nushrah kemarin malam menangkap kepala Dewan Militer Deraa, Kapten Ahmad Naameh, bersama lima komandan lain dari faksi oposisi,” ujar Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) seperti dilaporkan Daily Star (5/5/2014).

Aktivis Suriah lainnya juga melaporkan penangkapan tersebut.

Naameh telah melakukan perjalanan dari Yordania ke Deraa pekan lalu untuk “menyatukan” faksi oposisi yang berusaha menggulingkan rezim Assad.

Dalam rekaman video yang dirilis dan didistribusikan oleh SOHR pada pekan lalu, Naameh mengatakan : “Siapa yang akan memerintah Suriah? Bukan ‘ekstrimis’ yang memenggal kepala orang. Bukan, itu akan dilakukan oleh Tentara Pembebasan Suriah yang terorganisasi dengan baik dan yang percaya pada demokrasi, pemerintahan demokratis dan negara sipil.”

Direktur SOHR mengatakan kepada AFP, ia mungkin telah ditangkap karena pernyataan itu, sementara Jabhah Nushrah mengatakan Naameh telah memberikan kota Khirbet Ghazaleh di Deraa kepada pasukan rezim.

Beberapa aktivis Suriah di Deraa juga menyalahkannya karena diduga ia telah merekayasa penculikan para pejuang dari faksi lain dalam kolusi dengan rezim, serta mengambil dana yang seharusnya dialokasikan untuk pejuang dan peralatan militer. Naameh telah lama berbasis di Yordania utara karena adanya permusuhan lokal yang diarahkan kepadanya.

Sekitar dua bulan lalu, di bawah kepemimpinannya dibentuk front yang disebut Southern Front yang mencakup 30.000 orang dari lebih 55 kelompok oposisi yang beroperasi dari perbatasan Yordania ke pinggiran Damaskus dan Dataran Tinggi Golan.

Aliansi baru ini bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran Barat bahwa bantuan yang mereka berikan akan jatuh ke tangan “ekstrimis”. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.