Muslimah Papua malu bila tak berjilbab

Foto anak-anak santri Taman Pendidikan Al-Qur’an di Fakfak, Papua Barat
100

FAKFAK (Arrahmah.com) – Penduduk Kabupaten Fakfak, Papua Barat berpenduduk mayoritas Muslim. Dari jumlah penduduk sebanyak 60 ribu jiwa, 70 persennnya adalah muslim. Guru SMK Yapis Fakfak, Papua Barat, Baseati mengatakan yang membedakan wanita Muslim dengan non-Muslim di Fak-Fak adalah jilbabnya.

“Kami wanita Muslim merasa malu jika sejak baligh tidak memakai jilbab,” ujar Baseati, lansir ROL Jumat (2/5/2014). Subhanallah.

Bahkan anak-anak balita di wilayah tersebut sejak dini telah diajarkan untuk menutup aurat. “Kami berusaha untuk memegang aturan Islam meski tidak ada undang-undang khusus yang mengatur seperti di Aceh,” tuturnya.

Baseati mengakui harga pakaian di Irian lebih mahal dibandingkan dengan di Pulau Jawa apalagi pakaian muslimah. Tetapi ini tidak menghalangi mereka untuk mengenakan jilbab.

Dewan Penasehat Alfatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Kab Fak-Fak Maryam Sule mengatakan tidak sulit untuk mengajak Muslimah disini menggunakan jilbab.

“Justru mereka merasa lebih cantik dengan menggunakan jilbab, mereka bisa menutup rambut keriting mereka tanpa harus ke salon,” ujarnya.

Begitu juga dengan Muslimah yang menjadi muallaf. Mualaf muslimah tidak hanya berasal dari suku asli Irian tetapi juga para pendatang. Ketika mereka telah memeluk Islam, mereka tidak tanggung-tanggung. Selembar kain jilbab langsung menutupi kepala secara syari. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.