Berita Dunia Islam Terdepan

Militer boneka Yaman alami kerugian berat dalam operasi militer baru yang menargetkan Mujahidin AQAP di wilayah selatan

Pasukan boneka Yaman saat mendengarkan pidato dari Menteri Pertahanan Yaman, Mayjen Muhammad Nasir Ahmad di barak militer di provinsi Shabwa pada 28 April 2014 sebelum meluncurkan operasi militer terhadap Mujahidin AQAP. (Foto : Reuters)
8

SHABWA (Arrahmah.com) – Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) menewaskan sedikitnya 18 tentara boneka Yaman dalam penyergapan terpisah pada Selasa (29/4/2014) saat pasukan boneka Yaman meluncurkan operasi militer baru di wilayah selatan, ujar sumber medis dan keamanan.

Sepuluh tentara terluka dan 15 lainnya ditangkap, lanjut mereka seperti dilaporkan Daily star.

Mujahidin menyerang konvoy militer di dekat Al-Saeed, salah satu kota di provinsi Shabwa di mana tentara didukung oleh militan bayaran.

Berbekal senapan mesin dan RPG, mereka menyita sebuah kendaraan pengangkut pasukan dan menangkap 15 tentara yang berada di dalamnya dan juga menghancurkan tiga kendaraan lain, ujar seorang pejabat Libya.

Bala bantuan besar-besaran dikirimkan ke daerah itu.

Beberapa jam kemudian, Mujahidin di provinsi Abyan menyerang konvoy tujuh kendaraan yang maju ke arah Wadi Daiqa.

Mereka membunuh tiga tentara dan melukai tujuh lainnya, ujar sumber.

Insiden pada Selasa (29/4) adalah kemunduran besar untuk operasi yang diluncurkan militer boneka Yaman yang telah digembar-gemborkan menjelang pertemuan Friends of Yaman di mana negara-negara donor tertarik untuk memberikan bantuan kepada Yaman untuk meningkatkan operasi mereka di wilayah selatan.

Serangan darat diluncurkan beberapa jam sebelum pembukaan konferensi donor di London. Alih-alih mengalahkan Mujahidin, pasukan boneka Yaman bahkan mengalami kerugian berat dalam satu hari.

Pasukan boneka Yaman berusaha mengusir Mujahidin dari serangkaian kota kecil dan distrik di provinsi Abyan dan Shabwa. Mujahidin AQAP dianggap oleh Amerika sebagai cabang Al Qaeda yang paling berbahaya dan mereka menjadi target serangan pengecut drone AS yang kian intensif di tahun ini. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...