Memaknai hidup, sebelum menyesal

338

Kita menghabiskan begitu banyak waktu menjalani hidup ini, namun seakan tak memiliki cukup waktu untuk berpikir tentang apa yang tengah kita lakukan dalam hidup.

Merenungkan makna kehidupan, tujuan dari keberadaan kita, yang bertanggung jawab untuk penciptaan kita dan apa yang terjadi ketika kelak kita meninggalkan semua ini.

Jika kita tidak ingin memikirkan tentang dari mana kita berasal, setidaknya kita harus memikirkan tentang ke mana kita akan pergi ketika semuanya ini sudah berakhir.

Sebuah pencerahan disampaikan oleh Saudara Kamal Saleh, seorang pendakwah muda asal Australia yang dikenal karena kemahirannya dalam berbicara dan menyampaikan pesan-pesan penuh makna.

Kamal telah menjadi salah satu sensasi YouTube terkenal karena bakat berbicaranya. Dia telah menggunakan bakatnya ini dalam misi menyebarkan kebenaran Islam dalam cahaya yang positif.

Dia juga dikenal karena telah membuka mata jutaan orang tentang Yesus dalam puisinya “Mengapa Aku Membenci ‘Agama’, Tapi Mencintai ‘Yesus’.”

Berikut ini pesannya yang begitu menggugah hati mengenai “Makna Hidup” yang dirilis oleh Talk Islam.

Talk Islam

mempersembahkan

Makna Kehidupan

oleh: Kamal Saleh

Apa yang sedang kita lakukan di sini, dan ke mana kita akan pergi.

Sama halnya seperti kita bangun di pagi hari, dan kemudian datang di sebuah acara.

Jangan tanyakan apapun, ikuti saja alurnya.

Hasilkan uang yang banyak sebisamu, dan cobalah untuk tidak bangkrut sebisamu.

Ikuti semuanya yang kau lihat di TV, dari model rambut sampai dengan pakaian.

Dan jangan berpikir terlalu banyak, lakukanlah seperti yang diperintahkan.

Jika kau mulai bingung, kemudian kau berpaling ke alkohol.

Dan masih tetap bingung?

Maka nyalakanlah radio, sebagaimana saat kau belajar bergaya hidup dengan narkoba, seks, dan rock n roll.

Apakah kita hanya tumbuh dan menua?

Hidup dan mati hanya untuk meninggalkan rumah yang dicintai?

Aku hanya ingin tahu sebelum kubur tertutup.

Karena aku tak ingin berjudi dengan jiwaku atau siap untuk mengambil resiko.

Ini hanyalah pertanyaan hidup sederhana dan aku hanya mencari beberapa jawaban.

Seperti: Apa yang kita lakukan di sini, dan apa tujuan kita?

Bagaimana kita dapat berada di sini, dan siapa yang membuat kita begitu sempurna?

Dan apakah yang terjadi ketika kita mati atau apakah dunia ini benar-benar berharga

Pertanyaan-pertanyaan yang tidak kita jawab, karena sepertinya kita tidak harus menjawabnya.

Apakah kita tidak mempunyai tujuan hidup dan keberadaan kita hanya suatu hal yang sewajarnya?

Dalam hal itu, izinkan aku bertanya padamu.

Apakah kau menciptakan dirimu sendiri, ataukah ada yang lain yang menciptakanmu?

Karena kau adalah makhluk yang sempurna, tanpa cacat, dan tak ada bandingannya?

Kau adalah produk dari kecerdasan yang luar biasa, dan aku hanya berpikir rasional.

Adakah sebuah kamera di dunia ini yang dapat menyerupai mata manusia, ataupun sebuah komputer yang dapat bekerja seperti otak manusia?

Dan bahkan jika seluruh dunia bekerja sama, kita tak kan dapat menciptakan seekor lalat pun.

Begitu banyak tanda yang terus kita pungkiri.

Semua ini dapat muncul dari sesuatu yang tidak ada.

Ketika sebuah penjumlahan nol ditambah nol ditambah nol tidak akan mungkin memberikanmu hasil satu.

Jadi, dari manakah semua ini berasal?

Karena segala sesuatu pasti memiliki asal, Sang Pembuat, Sang Pencipta dari kepunyaannya.

Yang aku maksudkan adalah, sesuatu yang menyebabkan kau dapat menonton video ini adalah harus adanya seseorang yang menekan tombol Upload.

Jadi kau dapat saja mempercayai adanya Big Bang, tetapi aku lebih memilih percaya pada “Dia” yang membuat Big Bang bisa terjadi.

Allah, Sang Pencipta dari alam semesta, bersama setiap jiwa.

Yang tak pernah mati, Sang Penguasa satu-satunya yang memegang kendali.

Tak seperti ciptaan-Nya, Dia di luar imajinasi kita.

Dan, tidak! Dia bukanlah seorang laki-laki, apalagi memiliki sekutu.

Dia berdiri sendiri.

Dan Dia juga tak pernah meninggalkan kita sendiri.

Seperti halnya setiap pabrik, Dia berikan kita sebuah buku panduan.

Al-Qur’an dan Islam.

Dan maafkan aku berani untuk menyimpulkan, tetapi inilah satu-satunya kemungkinan…

Satu-satunya pengertian Tuhan sebagai Yang Esa, dan satu-satunya.

Yang Maha Kuasa menjadikannya hal yang logis.

Sebuah buku tanpa pertentangan, dengan keajaiban ilmu ilmiah dan sejarah di dalamnya.

Semuanya telah diungkapkan lebih dari 1400 tahun yang lalu.

Seperti deskripsi rinci dari embrio manusia. [Q.S. 23:14]

Deskripsi dari embrio manusia di dalam Al-Qur’an tidaklah mungkin berdasarkan pengetahuan ilmiah pada abad ke-7 Masehi.

Gunung-gunung sebagai tiang, menyangga kokoh di bawah tanah. [Q.S. 78:7]

Dan dua lautan yang tidak bercampur dalam aliran terpisah yang sempurna. [Q.S. 25:53]

Hingga plenet-planet pada orbitnya yang beredar pada pergantian malam dan siang seraya mereka tetap berada di garis edarnya. [Q.S. 21:33 & 51:47]

Penciptaan dari alam semesta dan semua ciptaan-Nya yang berasal dari air. [Q.S 24:45]

Hingga cerita mengenai masa lalu dan pemeliharaan jasad Fir’aun. [Q.S. 10:92]

Menjelaskan letak terendah di daratan di mana Persia mengalahkan Roma. [Q.S. 30:2-3]

Air yang memancar yang menghasilkan manusia yang terletak diantara tulang sulbi dan tulang belakang.

Dan tak satu pun kata telah berubah, Al-Qur’an masihlah sama.

Jadi, tolong jelaskan, bagaimana semua ini bisa telah diketahui lebih dari 1400 tahun yang lalu?

Kepada seorang pria yang tak dapat membaca maupun menulis, sebagaimana dia kemudian menyampaikan apa yang dikatakan malaikat.

Dan jika kau masih tak percaya juga, silakan datang dengan sesuatu yang setidaknya menyerupainya [Al-Qur’an].

Tetapi kau tak kan bisa.

Jadi, kita jadikan Tuhan sebagai ejekan dan utusan-Nya sebagai lelucon?

Menganggap kitab kitab-Nya sebagai legenda dan dongeng dari orang-orang terdahulu?

Selagi kita hidup hanya menuruti gaya, hasrat, dan keyakinan kita?

Mengatakan kehidupan ini sebagai satu-satunya rumah yang akan pernah kita tempati?

Kita akan hidup kemudian mati dan dengan mudahnya menjadi tulang belulang?

YOLO (You Only Life Once)

“Kau Hanya Hidup Sekali”?

Sebenarnya: Setelah rerumputan mati, hujan datang, dan rumput akan tumbuh kembali.

Dan Allah menjanjikan hal yang sama untuk setiap jiwa-jiwa kita. [Q.S. 2:28]

Dan membangkitkanmu hingga ujung jari dengan sempurna. [Q.S. 75:4]

Sebagaimana Yang Maha Melihat mengawasi kita begitu dekat, karena kita pasti sedang diuji.

Atas kekayaan kita, kesehatan kita, diri kita sendiri, dan semua hal yang telah kita dapatkan.

Jadi yakinlah bahwa kita pastinya akan dihidupkan kembali.

Dan dibawa kembali kepada Tuhan untuk melaporkan setiap perbuatan.

Sebagaimana Dia memberikan kita kitab dan memerintahkan kita untuk, “Bacalah!”

Dari yang jahat hingga yang baik, dan semua hal diantaranya.

Kau, cukuplah dirimu sendiri untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu. [Q.S. 17:14]

Jadi, jangan marah kepadaku.

Kau yang mengira bahwa dirimu tidak akan dikembalikan kepada Kami. [Q.S. 23:15]

Aku berikan kepadamu seluruh hidupmu yang panjang untuk mencari tentang-Ku.

Tapi kau sibuk mengejar segala hal yang bersifat sementara.

Jadi, “Bacalah!”

Dan ketentraman hadir kepada setiap yang percaya.

Tetapi jika kau tak percaya…

“Bacalah!” [Q.S. 96:1]

Dan jangan biarkan hari itu (kematian) menjadi hari pertamamu mengetahui:

Apa makna kehidupan yang sebenarnya.

“Bacalah!”

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.