Pemerintah Pakistan melanggar semua syarat perdamaian dengan Taliban Pakistan

10

WAZIRISTAN (Arrahmah.com) – Mujahidin Tahrik Taliban Pakistan (TTP) dalam pernyataan resminya yang dirilis oleh Yayasan Media Umar, sayap media TTP, pada Kamis (10/4/2014) menegaskan bahwa pemerintah sekuler Pakistan telah melanggar butir-butir perjanjian damai yang selama ini telah dicapai oleh kedua belah pihak.

Pernyataan resmi TTP tersebut disampaikan dalam bahasa Arab dan bahasa Urdu. Shada Al-Jihad Media Center dan Global Islamic Media Front (GIMF) kemudian menyebar luaskan pernyataan resmi tersebut melalui situs-situs jihad internasional. Berikut ini terjemahan pernyataan resmi Mujahidin TTP tersebut.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Harakah Taliban Pakistan

Taliban telah memenuhi syarat-syarat perjanjian damai namun pemerintah Pakistan tidak memenuhi satu pun syarat tersebut dan pemerintah Pakistan membuktikan kepada dunia bahwa pihaknyalah yang melanggar kesepakatan damai

 

Ini adalah penjelasan dari jurubicara resmi Harakah Taliban Pakistan, yang memberitahukan bahwa Harakah Taliban Pakistan telah memenuhi semua syarat perjanjian damai namun pemerintah Pakistan tidak memenuhi satupun dari syarat-syarat perjanjian damai tersebut. Syarat-syarat tersebut adalah:

  1. Membuat kawasan bebas, dimana kedua belah pihak bisa datang dan pergi ke kawasan tersebut dengan mudah.
  2. Membebaskan para tawanan selain orang-orang yang terlibat peperangan tanpa syarat apapun.
  3. Menghentikan serangan-serangan militer apapun terhadap Harakah Taliban Pakistan di seluruh wilayah Pakistan.

Terhadap syarat-syarat perjanjian damai tersebut, pemerintah Pakistan justru mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menyerahkan daftar para tahanan selain orang-orang yang terlibat peperangan kepada tim juru runding pihak pemerintah Pakistan, namun sampai saat ini belum membebaskan dan menyerahkan seorang tahanan pun kepada tim juru runding pihak mujahidin Harakah Taliban Pakistan.
  2. Penjelasan-penjelasan tim juru runding pihak pemerintah Pakistan dan para pejabat tinggi pemerintah Pakistan merupakan bukti paling nyata tidak adanya sikap saling percaya diantara lembaga-lembaga pemerintahan Pakistan.
  3. Adapun rangkaian operasi penangkapan, penggerebekan, penyiksaan terhadap para tawanan, dan pembakaran mayat para tawanan sampai saat ini terus dilakukan oleh pemerintah Pakistan di seluruh wilayah Pakistan.

Maka selamanya kami tidak bisa tinggal diam atas pelanggaran-pelanggaran berat seperti ini. Ini merupakan sebuah tanda tanya bagi pengumuman perjanjian damai.

Harakah Taliban Pakistan memilih sikap lunak, usaha yang serius, dan langkah-langkah yang tulus untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi perundingan, demi merealisasikan maslahat bagi Islam dan negara Pakistan. Namun sebaliknya, sampai saat ini Harakah Taliban Pakistan hanya menerima penangkapan-penangkapan, mayat para ikhwah yang dibakar, dan penyiksaan biadab terhadap para tawanan.

Oleh karena itu wajib bagi kelompok yang sadar dan serius di Pakistan untuk selamanya tidak pernah melupakan realita ini, bahwa siapa sebenarnya yang tulus dan serius mengusahakan perdamaian di Pakistan; Harakah Taliban Pakistan ataukah pemerintah Pakistan? Siapa sebenarnya yang melanggar kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dalam perjanjian damai; Harakah Taliban Pakistan ataukah pemerintah Pakistan?

 

Kamis, 10 Jumadil Akhirah 1435 H

10 April 2014 M

Allahu akbar

Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya

Yayasan Media Umar

Harakah Taliban Pakistan

Sumber: Shada Al-Jihad Media Center

Global Islamic Media Front

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.