Berita Dunia Islam Terdepan

Krisis ulama diatasi dengan kaderisasi sejak dini

Acara “Tabligh Akbar dan Kajian Buku Balita dan Lansiapun Bisa Hafal Al-Quran” di aula Masjid Agung An-Nuur Pekanbaru, Riau, Ahad (13/04/2014).
1

PEKANBARU (Arrahmah.com) – Salah satu krisis yang dihadapi umat Islam saat ini adalah minimnya ulama. Demikian disampaikan penulis buku “Balitapun Hafal Al-Quran” Salafuddin Abu Sayyid.

“Krisis yang dialami oleh umat Islam adalah minimnya ulama. Kalau soal jumlah umat Islam saya pikir kita bisa bangga, tapi bicara kualitas nanti dulu, kita harus koreksi,” ujarnya, tulis Hidayatullah.com.

Salafuddin mengingatkan agar umat Islam mengantisipasi keadaan ini dengan melakukan “kaderisasi ulama” sejak dini.

“Krisis ini yang harus kita antisipasi, dengan ‘kaderisasi ulama sejak dini, ” ujarnya saat berbicara di hadapan ratusan peserta “Tabligh Akbar dan Kajian Buku Balita dan Lansiapun Bisa Hafal Al-Quran” di aula Masjid Agung An-Nuur Pekanbaru, Riau, Ahad (13/04/2014).

Menurutnya upaya kaderisasi ulama adalah upaya untuk menjaga agama.

Selanjutnya, kata pria yang pernah menghabiskan waktu bersama keluarga penghafal Al-Quran di Gaza ini, menghafal Al-Quran dan mempelajari bahasa Arab adalah dua kunci utama untuk menjaga agama ini.

“Dua kunci penjagaan agama ini, Al-Quran dan bahasa Arab.”

Dirinya mencontohkan Imam Syafi’i sejak kecil dididik ibunya untuk menghafal Al-Quran dan belajar bahasa Arab. Sehingga saat usia 7 tahun Imam Syafi’i sudah menghafal Al-Quran. Pada usia 9 tahun Imam Syafi’I sudah hafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik yang isinya lebih dari 18.000 hadits, ujarnya mencontohkan.

Sementara itu, ulama Riau yang juga pakar tafsir Al-Quran, ustadz Dr. Musthafa Umar, Lc. MA menjelaskan bahwa setiap umat Islam pada hakikatnya dimudahkan Allah untuk menghafal Al-Quran.

“Balita lemah, tapi bisa hafal Quran. Lansia lemah, bisa hafal Quran. Kita ini di antara balita dan lansia, punya kekuatan, maka lebih mudah untuk menghafal Quran,” terang pembina Tafaqquh Study Club ini.

Dicontohkan oleh Dr. Musthafa, banyak anak-anak di Gaza, Palestina mampu menghafal Al-Quran dalam waktu singkat. “Anak-anak kita di Palestina sana, dalam masa 2 bulan bisa hafal Al-Quran 30 juz. Dan ini merupakan isyarat bahwasanya pembukaan (pembebasan) Palestina itu semakin dekat.”

“Dengan Al-Quran, Rasulullah dan para sahabat dahulu gagah perkasa, musuh dapat dikalahkan. Dan dengan Al-Quran pula pada hari ini kita akan gagah perkasa dan musuh akan dikalahkan,” kata ustadz Musthafa.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...