Muslimah Rohingya yang sedang hamil dibunuh oleh perawat di Myanmar

23

RAKHINE (Arrahmah.com) – Perawat di rumah sakit Myanmar diduga telah membunuh seorang wanita hamil Rohingya yang telah dibawa ke sebuah rumah sakit karena infeksi urinoir, sebagaimana dilansir oleh WorldBulletin, (11/4/2014).

Hasina Begum, (28), warga Rohingya yang telah mengungsi setelah desanya diratakan dengan tanah oleh ekstrimis Budha, tiba di rumah sakit umum Sittwe Arakan pada 5 April. Namun pada malam 8 April ia dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Berbicara kepada Rohingya Vision, saksi mata Jamila Begum mengklaim bahwa sepupunya Hasina, yang sedang hamil dua bulan, dibunuh oleh perawat atas perintah dokter.

Saksi tersebut mengatakan bahwa dua perawat rumah sakit di Rakhine telah datang untuk memberikan injeksi meskipun dia sudah pulih dan tidak membutuhkan injeksi tersebut. Ketika saksi mata melarang perawat untuk memberikan injeksi, saksi mata dipukuli.

Kedua perawat tersebut kemudian melanjutkan untuk memberikan injeksi kepada nyonya Begum, sambil bertanya kepadanya dengan nada mengancam ‘Apakah kamu masih akan mengaku sebagai Rohingya?!’

Dalam waktu tiga menit, nyonya Begum pun meninggal. Jenazahnya dikeluarkan keesokan harinya.

Dia meninggalkan seorang anak berusia 6 tahun dan seorang ayah yang cacat fisik di kamp pengungsi Depaing (Refot Baariza).

Rohingya, minoritas Muslim asli Myanmar, telah ditolak kewarganegaraan oleh pemerintah Myanmar dan representasi dalam sensus nasional, dimana pemerintah Myanmar mengklaim bahwa mereka adalah imigran ilegal dari Bangladesh.

Kekerasan yang sedang berlangsung terhadap Muslim Rohingya oleh ekstrimis Budha di Negara Rakhine telah memaksa banyak dari mereka mempertaruhkan hidup mereka dengan melarikan diri ke negara-negara sekitarnya dengan melintasi laut dan medan yang berbahaya.

Banyak dari mereka yang berhasil selamat dalam perjalanan yang penuh bahaya, telah menjadi korban perdagangan manusia, dimana mereka disandera di lokasi terpencil. Banyak juga diantara mereka yang menghadapi pembuangan dan penganiayaan di negara-negara tempat mereka berlindung.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.