Setelah Bush, kini giliran Hillary Clinton mendapat lemparan sepatu saat berpidato

12

VEGAS (Arrahmah.com) – Setelah George Bush, kini giliran Hillary Clinton yang mendapat lemparan sepatu saat tengah berpidato di Vegas pada Kamis (10/4/2014). Seorang wanita yang tak dikenal dengan berani melemparkan sepatu pada mantan Menteri Luar Negeri AS itu saat ia tengah berpidato.

Clinton sedang berpidato di Hotel Mandalay Bay dalam pertemuan Institute of Scrap Recycling Industries (ISRI) ketika seorang wanita tiba-tiba mendekati panggung dan melemparkan sepatu ke arahnya.

Adegan itu terekam dalam dalam video yang segera diunggah dan tersebar di Youtube. Dalam video itu, Clinton terlihat menghindar dan kemudian berusaha menutupi kekagetannya dengan mencoba melawak di depan hadirin.

AR-sipp2
Sementara sang pelempar sepatu langsung digiring keluar hotel. Sumber hukum setempat mengatakan bahwa wanita itu saat ini berada di dalam tahanan rahasia. Seorang juru bicara acara mengatakan bahwa wanita itu tidak diundang dalam acara tersebut.

“Pegawai kami tidak menerima kehadirannya tetapi ia kemudian menerobos petugas keamanan. Seorang pegawai ISRI lalu menghentikannya ketika ia mendekati panggung,” ujar juru bicara ISRI, Mark Carpenter, kepada AFP.

Adegan pelemparan sepatu sebelumnya juga terjadi saat seorang jurnalis Irak melemparkan sepatunya ke arah Presiden Amerika Serikat, George W Bush, dalam jumpa pers 6 tahun lalu di Bagdhad.

Presiden salibis Amerika itu bahkan bukan hanya mendapat satu lemparan sepatu ke arah wajahnya, melainkan dua. Sepatu-sepatu itu dilemparkan ke arahnya oleh jurnalis tersebut pada tahun 2008.

Jurnalis yang duduk di baris ketiga itu berdiri dan berseru, “Inilah ciuman selamat jalan untuk anjing Bush,” dan melemparkan sepatunya satu per satu berturut-turut ke arah Bush saat dia sedang berjabat tangan dengan Perdana Menteri Irak Nuri Al-Maliki di kantor Al-Maliki di Baghdad, Ahad (14/12/2008).

Mutazer Az-Zaidi kemudian dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dengan dakwaan menyerang seorang kepala negara. Hukumannya dikurangi menjadi satu tahun dalam sidang banding, dan kemudian kembali mendapat pengurangan karena dia berkelakuan baik.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.