Ledakan bom mengguncang wilayah Thailand yang didominasi Muslim, satu orang meninggal dan 28 lainnya terluka

10

BANGKOK (Arrahmah.com) – Sebuah bom mobil dan tiga ledakan dahsyat mengguncang wilayah Yala, yang merupakan wilayah yang didominasi Muslim di Thailand selatan, Ahad (6/4/2014), menewaskan satu orang dan melukai 28 orang dalam serangan yang terjadi di siang hari bolong, sebagaimana dilansir oleh Bangkok Post.

Bahan peledak yang ditanam di dalam sebuah truk pickup yang diparkir meledak di wilayah toko perabotan di jalan raya Siroros, 200 meter dari persimpangan Coliseum di daerah yang ramai di kota Yala, Col Pramote Prom-in, juru bicara komando depan dari Operasi Keamanan Dalam Negeri (ISOC), mengatakan tak lama setelah serangan itu.

Sejumlah rumah dan bangunan komersial hancur. Beberapa ruko yang berada di dekat lokasi ledakan terbakar dan banyak mobil dan sepeda motor yang diparkir rusak akibat ledakan dahsyat tersebut.

Sebanyak 28 orang, dua di antaranya perempuan terluka dalam ledakan tersebut. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Yala.

Seorang pria tewas di tempat kejadian, yang kemudian diidentifikasi sebagai Nikom Kaje. Dia adalah seorang pejabat di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Perguruan Tinggi Sirindhorn di Yala. Dia sedang mengendarai sepeda motor di dekat toko perabotan Racha ketika bom mobil itu meledak.

Kol Pramote mengatakan bahwa ledakan bom mobil pertama terjadi sekitar pukul 03:50.

Tak lama setelah itu polisi setempat, tim penjinak bom dan pemadam kebakaran dipanggil ke tempat kejadian. Sekitar 10 menit kemudian, tiga bom meledak secara bersamaan di pasar Muang Mai di Soi Yim Chinda.

Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu memadamkan api.

Col Pramote mengatakan bahwa penyelidikan awal polisi menemukan truk pickup yang penuh dengan sebuah bom yang diyakini telah dicuri dari pebisnis budidaya udang di Songkhla bulan lalu. Dia mengatakan bahwa petugas penjinak bom belum memverifikasi apa jenis bahan peledak yang digunakan dalam empat bom tersebut.

“Serangan-serangan ini telah berulang kali terjadi selama dua tahun terakhir sejak bom mobil pertama terjadi di Yala pada tanggal 31 Maret 2012, yang telah menewaskan banyak orang,” kata Kolonel Pramote.

“Para pelaku pemboman tersebut ingin mengambil kehidupan manusia, membahayakan orang dari berbagai latar belakang agama dan menghancurkan daerah komersial di Yala.”

Kali ini para pengacau itu juga ingin menggunakan cara yang sama untuk mengguncang wilayah Thailand selatan dan menyerang orang-orang yang ada di sana lagi.

Col Pramote mengatakan bahwa kelompok pengacau itu mencoba segala cara untuk menciptakan iklim ketakutan di ujung Selatan Thailand. Masih belum diketahui secara pasti siapa pelaku pengeboman tersebut.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.