Masjid Budapest di jantung Eropa, tak sekadar tempat ibadah

foto ilustrasi
243

Hongaria adalah sebuah negara kecil di peta Eropa Timur, yang biasanya tidak diketahui kebanyakan orang di luar Eropa (dan kadang-kadang asing di antara orang Eropa sendiri). Jika Anda menyebutkan nama pemain sepak bola terkenal seperti Puskás, beberapa dari mereka mulai tahu sedikit. Islam di Hongaria memiliki sejarah panjang, 150 tahun di bawah kekuasaan Daulah Utsmaniah adalah salah satu alasan utama di balik sejarahnya.

Sayangnya, saat ini Islam telah menjadi sesuatu yang asing di negeri ini. Ada sekitar 26.000 warga Muslim, kebanyakan dari mereka memiliki latar belakang Arab atau Turki. Namun, jumlah muallaf Hongaria semakin meningkat pula. Budapest, ibukota Hongaria, memiliki lebih dari satu komunitas Muslim.

Berikut hasil wawancara Onislam.net dengan Szultan Sulak, kepala Organisasi Muslim di Hungaria (MME) mengenai situasi ummat Islam di Budapest, tantangan peluang dan jenis kegiatan organisasi bagi ummat Islam juga sebagai non -Muslim, yang tertarik untuk mengetahui tentang Islam.

Organisasi Muslim di Hungaria dan sejarah berdirinya Masjid Budapest

Organisasi Muslim di Hungaria didirikan pada tanggal 22 September tahun 2000 di bawah undang-undang tentang kebebasan beragama. Tapi organisasi ini bukan organisasi baru, telah terintegrasi dengan kegiatan Islam di Hungaria sejak 1987 ketika organisasi Islam pertama, Himpunan Mahasiswa Muslim didirikan.

Kami mulai sebagai organisasi yang sangat miskin berbagi tempat dengan komunitas Islam lain yang disebut Masjid Dar As-Salam. Bukanlah tugas yang mudah untuk berada di bawah atap yang sama dengan kelompok lain, sebab kami jadi bekerja dalam tempat yang terbatas dan khawatir saling mengganggu aktivitas masing-masing. Setelah beberapa waktu, kesempatan datang kepada kami untuk pindah ke bangunan lain, dengan kapasitas untuk sekitar 100 orang. Tapi jama’ah saat itu sudah tak tertampung, bahkan mulai berdesakan hingga keluar bangunan. Kami membutuhkan tempat yang jauh lebih besar.

Meminta dukungan dari negara-negara Muslim yang berbeda, alhamdulillah , kami memperoleh donator di salah satu negara Arab yang membantu kami dalam proyek ini. Jadi, kami berhasil membeli sebuah bangunan dan kami mengubahnya menjadi masjid dan diberi nama Masjid Budapest.

Masjid yang pertama kali dibuka di bulan Ramadan 2011 ini adalah sebuah bangunan besar dengan 3 lantai dan tempat parkir. Masjid Budapest dapat menampung sekitar 200 siswa sekolah Sabtu.

Sejak itu, orang-orang yang biasanya sholat di masjid berwakaf guna menutup biaya operasional masjid.

Sejujurnya, sangat sulit untuk mempertahankan seluruh oprasional masjid dengan cara ini, karena kami sedang berjuang untuk membayar banyak tagihan. Kami harus mencari donatur dari luar negeri jika ingin menerbitkan buku-buku Islam atau mengatur sebuah kamp musim panas bagi anak-anak Muslim. Jama’ah sadar bahwa menjaga masjid adalah tanggung jawab orang-orang yang beribadah di dalamnya. Sayangnya, mayoritas Muslim di Hungaria berpenghasilan di bawah rata-rata angka pendapatan nasional. Oleh karena itu, meskipun mereka berada di Uni Eropa, kebanyakan dari mereka tidak memiliki cukup uang untuk disumbangkan untuk masjid terus-menerus.

Pembatasan organisasi keagamaan oleh pemerintah

Hukum Tahun 1990 tentang kebebasan beragama adalah hukum yang sangat liberal. Ada lebih dari 300 organisasi keagamaan yang terdaftar di Hungaria, dan banyak dari mereka benar-benar tidak ada hubungannya dengan agama. Sebenarnya, banyak dari mereka berlabel organisasi bisnis.

Itulah sebabnya hukum baru diadopsi untuk memilah-milah lembaga tersebut dan itu adalah di mana perjuangan kami bermula. Lebih dari satu tahun kami berjuang untuk diterima sebagai organisasi keagamaan oleh Parlemen. Alhamdulillah, akhirnya kami berhasil mendapatkan izin resmi sebagai organisasi keagamaan.

Sekarang kami adalah salah satu dari ke-35 organisasi itu, yang disebutkan dalam undang-undang dan ditetapkan sebagai tempat ibadah yang mewakili agama-agama mapan.

Kegiatan Ummat

Selain menjalankan Masjid Budapest sebagai tempat ibadah, kami juga memiliki kamp musim panas di tempat yang berbeda dari Hungaria dan sekolah Sabtu untuk anak-anak. Kami menerjemahkan, atau menyusun buku-buku Islam dari sumber yang berbeda, karena kami tidak mengikuti salah satu sekolah tertentu atau madzhab tertentu. Setiap Sabtu, kami menawarkan kuliah tentang berbagai aspek Islam dan dari waktu ke waktu, kami menyelenggarakan kursus di topik tertentu (seperti tentang mendidik anak-anak kita, sesuai dengan ajaran Islam) dan kami memiliki kegiatan amal juga.

Kami mencoba untuk mewakili Islam dan Muslim di semua forum, seperti berpartisipasi dalam dialog antar-agama untuk mengklarifikasi kesalahpahaman orang lain seputar Islam. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.