Jubir JAT Ahmad Fatih: Vonis mati ikhwan Mesir bukti baru gagalnya demokrasi

Juru bicara Jamaah Anshorut Tauhid, Ahmad Fatih
4

JAKARTA (Arrahmah.com) – Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) mengingatkan bahwa jalan demokrasi yang diambil sebagian kelompok umat Islam telah gagal, dan telah membawa kesengsaraan kaum Muslimin yang lebih dalam. Dirinya mencontohkan Mesir dengan kondisi aktual sekarang ini.

“Vonis hukuman mati terhadap umat Islam di Mesir menjadi bukti baru tentang gagalnya demokrasi yang menjadi jalan perjuangan mereka,” pesan juru bicara JAT Ahmad Fatih secara tertulis kepada arrahmah.com, Senin (31/3/2014)

Dia juga mengajak umat Islam seluruhnya untuk menunggalkan praktek dan cara-cara demokrasi dalam memperjuangkan Islam. “Menyeru kepada seluruh umat Islam untuk meninggalkan demokrasi dan kembali kepada syariat Islam,” tegasnya.

Vonis hukuman mati terhadap 529 umat Islam di Mesir, kata Ahmad Fatih, sebagai bukti bahwa hak asasi manusia yang selama ini diserukan orang-orang kafir ternyata hanya berlaku buat orang-orang kafir dan sekutunya, namun tidak berlaku buat umat Islam.

Akhirnya, Ahmad Fatih memanjatkan doa kepada Robbul ‘Alamin untuk kaum Muslimin, “Semoga Alloh memberikan pertolongan dan keistiqomahan dalam berjuang menegakkan kalimat Alloh. Akhirnya hanya kepada Alloh kami berserah diri, wa makaru wa makarallah wallahu khoirul maakirin,” tutupnya.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.