Berita Dunia Islam Terdepan

Sindikat narkotik tembak polisi di Bima?

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie mengatakan, penembakan terhadap Kepala Urusan Satuan Narkoba Polres Bima, Nusa Tenggara Barat, Ipda Hanafi, diduga dilakukan sindikat pengedar narkoba. Peristiwa itu terjadi ketika korban akan pulang menuju rumahnya di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB sekitar pukul 10.00 Wita,Jumat (28/3/2014).
11

JAKARTA (Arrahmah.com) – Penembakan terhadap polisi kembali terjadi. Kali ini menimpa Kepala Urusan Narkoba Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat Ipda Hanafi (50) diduga ditembak oleh sindikat narkoba, Jumat (28/3/2014) sekitar pukul 11:00 Wita. Penembakan terjadi dijalan Pintas Palibelo-Bima di DoroMelo atau sekitar 400m arah barat wilayah Polres Kabupaten Bima.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie menegaskan kemungkinan korban tengah mengembangkan kasus yang ada kaitan dengan sindikat narkoba.

“(Diduga) berkait dengan kegiatan rutin yang dia lakukan sebagai penyidik narkoba,” ungkap Ronny kepada wartawan di Mabes Polri Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Namun, kata Ronny, bisa saja penembakan ini bersifat pribadi karena pelaku tak tahu jika Hanafi seorang Anggota Polri. Suatu pernyataan yang janggal,lantaran saat ditembak, menurut petinggi Polri, korban memakai pakaian dinas Polri.

Sebelumnya diberitakan, Hanafi (50) ditembak orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motor ketika hendak pulang dari dinas malam menuju rumahnya di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Setibanya di jalan pintas di Kecamatan Palibelo-Bima, pelaku melepaskan timah panas ke arahnya beberapa kali. Hanafi mengalami luka tembak di rahang kiri dan perut. Hanafi dilarikan ke Rumah Sakit Bima. Motif dan pelaku penembakan masih diselidiki Polisi.

Sementara Waka Polri Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan, saat ditembak pelaku masih mengenakan seragam dinas lengkap. Hingga saat ini, korban masih dirawat di RSUD Bima, NTB.

“Ditembak di rahang sama perut, belum mematikan. Saat ini masih dirawat di rumah sakit,” kata Badrodin, Jumat.

(azm/dbs/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...