Berita Dunia Islam Terdepan

Hamas mengirim pesan berisi peringatan terhadap “Israel”

5

GAZA (Arrahmah.com) – Sayap militer Hamas mengirim pesan teks yang berisi peringatan terhadap “Israel” pada Sabtu (22/3/2014), 10 tahun setelah pemimpin spiritual gerakan Islam Palestina gugur dalam serangan udara pengecut “Israel”.

Warga “Israel”, serta wartawan asing di “Israel”, menerima pesan yang berbunyi: “Jika Gaza diserang [lagi], hidup Zionis akan [seperti di] neraka” dan “Dalam perang berikutnya semua Tanah Palestina akan kembali.”

Sebuah sumber Hamas mengatakan kepada AFP itu bahwa pesan itu disampaikan oleh kelompok sayap militer Brigade Ezzedine Al-Qassam, bertepatan dengan peringatan terbunuhnya Syaikh Ahmed Yassin.

“Al-Qassam telah memilih kalian untuk menjadi Shalit berikutnya,” bunyi pesan lainnya, mengacu pada tentara Gilad Shalit “Israel”, yang ditawan dan ditahan di Gaza selama lima tahun sampai Hamas membebaskan dia dalam pertukaran untuk lebih dari 1.000 tahanan Palestina.

Pesan-pesan itu dikirim dari ponsel yang berbeda. Pemilik satu-satunya yang menjawab panggilan AFP adalah orang “Israel” yang mengatakan line-nya telah dibajak.

“Kami tidak melupakan darah Syaikh kami, kami bersumpah lagi untuk membalas, dan kali ini dengan melepas kepala pemimpin kalian,” isi email itu.

“Zionis membunuh Syaikh kami dengan rudal dan sekarang rudal kami dapat menghantam setiap sudut negara Zionis,” isi email yang dikirim oleh pejuang dengan nama “Para Pengikut Syaikh Yassin”.

Ahmed Yassin, yang adalah pendiri dan pemimpin spiritual Hamas, dibunuh dalam serangan udara pengecut “Israel” pada tahun 2004.

Seorang juru bicara polisi “Israel” mengatakan dia mengetahui insiden pembajakan itu dan tidak ada keluhan yang telah diajukan.

Situs berita Ynet “Israel” juga menyatakan bahwa Hamas pernah mengirimkan pesan yang sama selama konflik dengan “Israel”.

Militer “Israel” sering mengirim pesan teks massa yang berisi ancaman teror kepada penduduk Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas. Pesan-pesan itu sering dikirim selama periode konflik. (banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...