Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin Sinai merilis video kebiadaban junta militer Mesir di wilayah Sinai

4

SINAI (Arrahmah.com) – Mujahidin Jama’ah Ansharu Baitil Maqdis, sebuah kelompok jihad yang berbasis di Semenanjung Sinai, pada hari Rabu (12/3/2014) merilis video terbaru mereka. Video berdurasi 18 menit 56 detik itu berjudul “Ketegaran orang-orang yang enggan hidup hina.” Video itu mendokumentasikan kebiadaban junta militer Mesir yang menindas penduduk muslim Sinai demi melayani kepentingan majikannya, yaitu penjajah “Israel”.

Sejak lebih dari enam bulan yang lalu, militer Mesir melakukan operasi militer besar-besaran di kawasan Semenanjung Sinai, dengan tujuan mengusir penduduk muslim Sinai, khususnya di wilayah perbatasan yaitu kota Rafah Mesir dan Syaikh Zuwaid. Operasi militer Mesir tersebut melayani kepentingan dan keamanan penjajah “Israel” dengan menciptakan kawasan kosong, atas nama perang melawan terorisme.

Diantara bentuk operasi militer Mesir di kawasan Sinai adalah:

  1. Helikopter tempur Apache Mesir bekerjasama dengan pesawat drone penjajah “Israel” melakukan bombardir brutal terhadap rumah-rumah penduduk di kota Rafah dan Syaikh Zuwaid, Semenanjung Sinai pada waktu malam. Serangan-serangan biadab tersebut menyebabkan jatuh banyak korban gugur dan cedera dari kalangan kaum wanita, anak-anak dan orang tua.
  2. Posko-posko militer, markas-markas militer dan patroli-patroli militer Mesir sering menembakkan senjata mereka secara membabi buta sehingga meneror penduduk dan mencelakakan mereka. Hal itu bertujuan memaksa penduduk muslim Sinai untuk meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka.
  3. Menghancurkan dan membakar masjid-masjid, rumah-rumah dan kendaraan-kendaraan penduduk, serta merampas harta dan barang kepemilikan penduduk dengan kekuatan senjata.
  4. Membuldoser ladang-ladang penduduk, menebangi pohon-pohon Zaitun yang telah berusia belasan tahun dan menghancurkan sumur-sumur penduduk sehingga mematikan sumber kehidupan mereka.
  5. Menghancurkan tatanan dan kegiatan ekonomi penduduk dengan membombardir pasar-pasar dan toko-toko.

Video dengan jelas memperlihatkan bombardir helikopter tempur dan artileri militer Mesir telah menghancurkan rumah-rumah penduduk, masjid-masjid dan pasar-pasar. Sisa-sisa pecahan rudal yang ditembakkan oleh helikopter militer Mesir diperlihatkan oleh penduduk kepada para wartawan. Seorang ibu dengan duka mendalam menceritakan kebiadaban serangan militer Mesir yang menghancurkan rumahnya dan membunuhi anggota keluarganya.

Video kemudian memperlihatkan momen bombardir udara yang dilakukan oleh helikopter tempur Mesir di kawasan Sinai. Lalu tank-tank militer Mesir yang tak tanpa peri kemanusiaan membombardir rumah, masjid, pasar dan kepentingan umum lainnya.

duka sinai1

Serangan militer yang biadab tersebut telah membantai banyak warga sipil muslim yang tak berdosa. Video memperlihatkan kondisi mayat para korban yang bersimbah darah dan tertimpa reruntuhan bangunan. Video juga memperlihatkan seorang bayi yang badannya terbakar hangus dan sulit dikenali identitasnya. Rudal-rudal itu telah membakar dan memporak porandakan bangunan-bangunan penduduk. Bahkan burung-burung pun ikut tewas oleh serangan biadab tersebut.

duka sinai2

Video kemudian memperlihatkan lahan pertanian penduduk dihancurkan oleh tembakan pesawat tempur, helikopter tempur, tank dan artileri berat junta militer Mesir. Sementara itu ribuan pohon Zaitun yang telah berusia belasan tahun dan selama ini menjadi mata pencaharian penduduk ditebangi dan dilibas habis oleh buldozer-buldozer militer Mesir.

Kebiadaban militer Mesir tersebut disusul dengan merajalelanya operasi agen-agen intelijen Mossad di kawasan Sinai. Sebagian besar mereka adalah penduduk Mesir sendiri yang berkhianat dan menjual agamanya demi memperoleh secuil kenikmatan dunia dari penjajah “Israel”.

Di antara agen Mossad yang tertangkap oleh mujahidin adalah Muhammad Sulaiman Muslim, dari suku Rumailat, marga Ruqaibat, penduduk wilayah Mahdiyah, kota Rafah Mesir. Ia bekerja untuk Mossad “Israel” dengan memata-matai penduduk dan mujahidin Sinai, lalu mengirimkan informasi tentang terowongan-terowongan, roket-roket mujahidin dan orang-orang yang berkomitmen baik dengan Islam, kepada Mossad dengan imbalan ribuan dolar per bulan.

Untuk mencegah dan menghentikan para agen Mossad masuk-keluar dari Mesir ke “Israel” atau sebaliknya, mujahidin Jama’ah Anshar Baitil Maqdis menempatkan satu regu yang melakukan ribath di jalan raya nasional Rafah – Al-Arisy, perbatasan Sinai – Israel. Mereka siang-malam melakukan penjagaan dan memeriksa setiap kendaraan yang melalui jalan raya tersebut. Mereka melakukan hal itu semata-mata demi melindungi penduduk muslim Sinai dari pengkhianatan para agen Mossad.

ribat sinai

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...