Berita Dunia Islam Terdepan

Masih caleg sudah syirik, bagaimana duduk di DPR?

Calon Anggota Legislatif Dapil V DPRD Kab. Ngawi dari Partai Demokrat, Miftahul Jannah menggelar ritual mandi di Sungai Tempuk Alas Ketonggo (Srigati) Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Rabu (12/3/2014).
1

JAKARTA (Arrahmah.com) – Polah tingkah para Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2014 semakin tidak karuan dan gila, dari tindakan kriminal; perampokan dan perzinahan hingga perilaku syirik yakni mulai bermain dukun dan melakukan tindakan-tindakan tidak sesuai syariat Islam. Hal terkhir ini mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Jawa Timur berkomentar.

Sekretaris MUI Jawa Timur, Mohammad Yunus mengaku khawatir kelakuan para caleg yang mengaku beragama Islam yang melakukan amalan dan ritual yang dilarang Al-Quran hanya akan melahirkan produk-produk bangsa yang tidak diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala.

“Lha masih Caleg saja perilakunya sudah aneh-aneh melanggar syariat, bagaimana jika dia terpilih nanti?,” demikian ujar Yunus Jumat (14/03/2014), seperti ditulis hidayatullah.com.

Menurut Yunus, masih Caleg saja amalannya sudah banyak melanggar syariat, nanti ketika sudah menjadi anggota legislatif, akan produk-produk hukum dan politik yang hanya mengundang kemurkaan Allah dan ketidak-berkahan.

Saat ditanya adakah kaitan antara banyaknya masalah kebangsaan di Indonesia yang tak pernah kunjung selesai dengan perilakua para Caleg dan pejabat tinggi yang kerap menggunakan jasa dukun dan paranormal, Yunus membenarkan.

Menurutnya, banyaknya musibah dan masalah-masalah bangsa yang tidak pernah tuntas terselesaikan, karena para Caleg dan pengelola Negara sering membuat amalan yang tidak dibenarkan, bahkan justru mengundang kemarahan Allah.

Mengutip Al-Quran Surat Al Ma’idah, Yunus mengingatkan para caleg atau pengelola negara segera meninggalkan amalan-amalan yang hanya mengundang keberkahan Allah turun. Menurutnya, syirik adalah kegiatan paling dibenci Allah, dan surga-pun diharamkan atas mereka.

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun,” ujarnya mengutip terjemahan Surat Al-Maa’idah: 72.

Sebelum ini diberitakan sebuah media, para Caleg dikabarkan banyak mendatangi para dukun dan paranormal guna kelancarannya dalam Pemilu. Sebuah media memuat seorang Caleg mendatangi Alas Ketonggo (Srigati) yang terletak di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi guna menggelar ritual berupa mandi di Sungai Tempuk yang ada di tengah hutan jati. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...