Berita Dunia Islam Terdepan

Kondisi kesehatan tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan semakin memburuk

2

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Pengacara untuk Palestinian Prisoners Society (PPS) mengatakan, setelah mengunjungi sejumlah penjara “Israel”, bahwa kondisi kesehatan empat tahanan Palestina sangat memburuk karena kelalaian medis “Israel” dan mereka telah melakukan aksi mogok makan selama lebih dari 63 hari, Palestinian Information Center (PIC), melaporkan, Kamis (13/3/2014).

Keluarga Muammar Banat, salah satu tahanan Palestina yang melakukan kasi mogok makan, mengatakan kepada wartawan Palestinian Information Center (PIC) bahwa kondisi kesehatannya telah memburuk akibat kelalaian petugas medis “Israel”, dan mereka menyerukan untuk membebaskan Muammar Banat segera.

Keluarga Akram Fessissi, Amir Shamas, dan Wahid Abu Maria yang juga merupakan para tahanan yang melakukan aksi mogok makan, mengatakan bahwa mereka semua mengalami masalah kesehatan yang akut.

The Palestinian Prisoners Society (PPS) mengatakan bahwa ada 12 tahanan Palestina telah menyatakan melakukan aksi mogok makan di penjara-penjara “Israel”.

Setelah kunjungannya ke penjara Ofer, pengacara PPS mengatakan bahwa Aref Harbiyat, (30), dan Ayman Etbaysh, (33), dan Ahmed Abu Ras, (31), melakukan mogok makan sejak tanggal 28 Pebruari 2014, sebagai bentuk protes terhadap penahanan mereka.

Harbiyat mengatakan kepada pengacara PPS bahwa ia hanya minum air dan menolak untuk menjalani pemeriksaan medis. Harbiyat mengatakan bahwa ia saat ini menderita nyeri yang tajam di sekujur tubuhnya.

Harbiyat mengatakan bahwa pihak berwenang penjara tidak mengizinkan keluarganya mengunjunginya selama tiga bulan, sebagai hukuman atas aksi mogok makannya. Selain itu, para pemogok makan ditahan di sebuah ruangan kotor dari pukul 6:00 sampai pukul 22:00 setiap hari, untuk menekan mereka agar mengakhiri aksi mogok makan yang mereka lakukan, jelasnya.

Etbaysh mengatakan bahwa aksi mogok yang dia lakukan muncul sebagai protes atas pengingkaran yang dilakukan pemerintah “Israel” atas persetujuan yang dicapai setelah dia melakukan aksi mogok makan yang berlangsung selama 105 hari. Etbaysh menderita kelelahan dan sering pingsan.

Pelaku aksi mogok makan yang lain, Abu Ras, juga sering mengalami pingsan dan sakit di kaki dan perutnya. (ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...