Berita Dunia Islam Terdepan

Bencana asap di Riau ancam ratusan nyawa anak dan bayi

Kabut asap sangat pekat dan membahayakan kesehatan efek pembakaran lahan dan hutan
1

JAKARTA (Arrahmah.com) – Bencana asap di Riau sudah membahayakan masyarakat. Puluhan ribu orang di Riau terserang ISPA. “Bencana asap bahkan mengancam ratusan ribu anak-anak dan bayi,” kata anggota DPR RI dari Riau II, Lukman Edy di Jakarta, tulis Antara Jumat.

Dia menambahkan, bahaya yang ditimbulkan berefek jangka pendek dan jangka panjang.

“Jangka pendek kena ISPA, sedangkan jangka panjang menyerang jaringan otak dan mengganggu pertumbuhan anak dan bayi,” sambungnya.

Bencana asap akibat pembakaran hutan di Riau secara internal akan mengganggu anak bangsa, secara eksternal juga mengganggu harkat martabat dan harga diri bangsa di dunia international.

“Apa lagi kalau kemudian bencana asap di Riau sampai ke negara tetangga, pastilah dunia international terutama Asia Tenggara akan bereaksi keras,” kata mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu.

Sementara Syamorganizer Riau menyebut sungguh sangat memprihatinkan kondisi Provinsi Riau, akibat kelalaian Manusia, Riau yang sudah langganan kabut tahunan, kini mengalami cobaan kabut dengan kondisi terburuk.

Aktivitas warga masyarakat hampir lumpuh, ini ditandai dengan sekolah dan kampus libur, banyak kantor dan layanan publik diistirahatkan.

Masyarakat dihimbau mengenakan masker baik dalam maupun luar rumah. Sementara ibu hamil dihimbau tak keluar rumah.

Warga pun tidak bisa keluar dari wilayah Riau daratan ini lantaran bandar udara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru ditutup hingga waktu yang tak ditentukan.

Kaum Muslimin telah melaksanakan sholat minta hujan, Istisqo’ di beberapa tempat. Program hujan buatan pun sudah dibuat sedekimian rupa. “Namun hujan yang diharap turun untuk menghilangkan kabut, tak juga turun,” tulis Syam Organizer.

“Kami, warga Riau, mohon Doa dari saudara2 kami di daerah lain, 9 juta Warga Riau terkepung oleh asap. Kami tak ada tempat berlindung,di Rumah pun kami tidur dengan asap. Hasbunallah wa ni’mal wakiil,” tambah pesan elektronik itu dari seberang. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...