Berita Dunia Islam Terdepan

Terjebak ritual demokrasi, Pemilu 2014 umat pilih siapa?

Seminar Politik Umat dengan tema "Terjebak ritual demokrasi, Pemilu 2014 umat pilih siapa?" yang digelarMuslimah Hizbut Tahrir DPD II Langsa Ahad (9/3/2014)
5

LANGSA (Arrahmah.com) – Muslimah Hizbut Tahrir DPD II Langsa menyelenggarakan seminar politik umat dengan tema “Terjebak ritual demokrasi, Pemilu 2014 umat pilih siapa?” Ahad (9/3/2014). Acara ini dilaksanakan demi mewujudkan misi dari Hizbut Tahrir yaitu melakukan pencerdasan ditengah-tengah umat. Acara ini mengundang para Calon Legeslatif (Caleg) kota langsa, intelektual perempuan dan instansi-instansi pemerintahan di Kota Langsa. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa berbagai kampus yang ada di Kota Langsa.

Seminar politik umat dibuka dengan pembacaan ayat al Qur’an surat al-Maidah : ayat 44, “Siapa saja yang tidak mau menetapkan dan melaksanakan hukum sesuai syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya mereka iyu adalah orang-orang kafir.”

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panitia disampaikan oleh Suci Dwi Siregar, S.Pd. Dia mengatakan bahwa negara ini sudah melaksanakan pemilu mulai dari negara ini dideklarasikan, tetapi tidak ada perubahan menuju negara mandiri atau bangkit. Berangkat dari fakta ini Muslimah Hizbut Tahrir melaksanakan seminar politik umat ini yang bertujuan untuk membimbing umat dalam memilih pemimpin yang benar menurut al-qur’an dan as-sunnah. Acara dihangatkan dengan puisi yang dibacakan oleh ukhti Ummi yang berceritakan tentang curahan hati rakyat Indonesia.

Seminar kemudian dipanaskan dengan pemutaran video fakta demokrasi didunia dan khususnya di indonesia. Fakta korupsi, ekploitasi anak dan perempuan dan masih banyak lagi. Barulah kemudian memasuki acara inti yang dimoderatori oleh Evalina, S.P.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Honriani Nasution, S.T (Asisten Juru bicara MHTI) dengan tema “Fakta demokrasi dan kegagalannya menuju perubahan hakiki”. Ibu Honriani menyampaikan fakta bobroknya demokrasi, fakta banyak caleg saat ini bukan kader dari partai. Caleg di”pinang” oleh partai bukan kerena memiliki pengalaman dalam organisasi atau ilmu pemerintahan tetapi mereka di”pinang” karena memiliki massa, seperti ketua pengajian dan yang lainnya. Padahal kita melaksanakan pemilu untuk melakukan perubahan kehidupan yang menjadi lebih baik dari segi materi, pendidikan dan sebagainya. Sehingga bagaiman bisa kita menyerahkan amanah kepada orang-orang yang tidak memahami bagaimana menjalankan roda kehidupan Negara.

Mengapa hal diatas bisa terjadi, hal ini didasari oleh sistem yang saat ini digunakan oleh bangsa ini yaitu sistem syirik akbar, demokrasi. Sistem demokrasi sendiri ada aturan yang dibuat oleh manusia, yang manusia sendiri memiliki keterbatasan akal. Demokrasi sendiri dibuat dengan asas sekularisme yaitu memisahkan agama dari kehidupan dengan pilar kedaulatan ditangan rakyat dan rakyat sebagai sumber dari kekuasaan.

Berangkat dari fakta demokrasi maka akan terjadi kontradiksi antara demokrasi dan Islam. Islam lahir dari sang pembuat aturan (al-mudabbir), diturunkan kepada Rasulullah untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin artinya mengatur seluruh alam. Karena islam dibuat oleh sang pencipta, maka allah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur makhluk ciptaannya. Islam juga menjadikan Negara sebagai sarana terwujudnya seluruh aturan-aturan allah baik dari segi pendidikan, ekonomi, politik, sistem sanksi dan lain sebagainya. Sehingga kedaulatan hanya ada di tangan hukum syara, sedangkan manusia hanya menjalankanya.

Pemaparan materi dari materi kedua Dr. Saleha Hannum, M.si dengan tema “Metode Hakiki Mewujudkan Perubahan”. Perubahan adalah kondisi keterpurukan menuju kebangkitan yaitu perubahan dari kemiskinan menjadi kesejahteraan, kedzoliman menjadi keadilan, kebatilan menjadi kebenaran. Jika dikaitkan dengan fakta yang telah disampaikan oleh pemateri pertama, maka dapat dilihat bahwa saat ini indonesia berada pada kondisi keterpurukan. Ini semua disebabkan kerena tidak dijalankanya hukum-hukum allah secara kaffah baik dari segi pergaulan, pendidikan, sistem sanksi, sistem ekonomi dan lain-lain.

Perubahan ke arah yang benar harus menggunakan metode yang benar jangan menggunakan metode yang dibuat oleh manusia, karena Allah adalah yang menciptakan manusia, maka allah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur manusia. Maka bagaimana cara kita merubah negara ini menjadi orang-orang yang bangkit. Tidak ada cara lain kecuali dengan mengikuti bagaimana Rasulullah menjalankan aturan yang diberikan oleh allah kepada manusia seperti firman Allah yang memerintahkan manusia untuk mengikuti Rasulullah al Quran

Wahai kaum mukmin sungguh pada diri Rasulullah telah ada teladan yang baik bagi kalian yang mengharap rahmat Allah, beriman kepada hari akhirat dan banyak mengingat Allah. (Qs. al-Ahzab, 33 : 21)

Wahai Nabi,katakanlah kepada orang-orang mukmin: “Jika kalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku. Allah pasti akan mencintai kalian dan mengampuni semua dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluknya. (Qs. Ali Imran, 3: 31)

Metode Rasulullah dalam menegakkan seluruh hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menerapkan seluruh aturan Allah dalam sebuah negara di Madinah. Kemudian setelah beliau wafat, Abu Bakar ra menjadi khalifah lalu digantikan berturut-turut oleh Umar, Ustman dan Ali ra. Oleh karena itu setiap muslim wajib memperjuangkan untuk diterapkannya kembali hukum-hukum Allah di bumi Allah ini. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...