Berita Dunia Islam Terdepan

Klarifikasi posisi Kavkaz Center terkait perselisihan yang sedang berlangsung di Suriah

3

(Arrahmah.com) – Kavkaz Center (www.kavkazcenter.com) merupakan salah satu situs jihad paling senior dan pionir di internet. Kavkaz Center adalah sebuah lembaga internet Chechnya yang bersifat independen, internasional dan Islami. Lembaga ini didirikan pada Maret 1999 di Jokhar (Grozny) dan terdaftar dalam Departemen Kehakiman CRI (Chechen Republic of Ichkeria) pada Oktober 1998.

Kavkaz Center menyediakan pelaporan kejadian di dunia Islam, Kaukasus, dan Rusia. Salah satu tujuan utama Kavkaz Center adalah untuk melaporkan kejadian di CRI terkait dengan agresi militer Rusia terhadap CRI. Kavkaz Center dikelola secara pribadi dan merupakan lembaga independen yang tidak mewakili sudut pandang dari setiap struktur negara atau pemerintah CRI.

Salah satu misi Kavkaz Center ialah melaporkan kejadian nyata di Ichkeria yang berada dalam kondisi embargo informasi total dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dunia tentang kebenaran perang dan kejahatan perang.

Pemerintah Rusia tampaknya merasa terganggu dengan sepak terjang Kavkaz Center yang luar biasa hingga ingin memasukkan situs ini ke dalam daftar “teroris” internasional PBB pada September 2013 lalu. Selama bertahun-tahun Rusia memang telah melakukan banyak hal untuk mencoba membungkam Kavkaz Center.

Namun kali ini tantangan dakwah yang dihadapi Kavkaz Center justru datang dari barisan kaum Muslimin sendiri terkait posisi Kavkaz Center dalam perselisihan internal Mujahidin di Suriah. Untuk itu, pada Kamis (6/3/2014), Kavkaz Center merilis penegasan sikap mereka terkait permasalah jihad global yang tengah dihadapi seluruh kaum Muslimin dan Mujahidin di bumi Syam. Berikut terjemahan pernyataan Kavkaz Center tersebut.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Baru-baru ini, Kavkaz Center menerima banyak surat sehubungan dengan kebijakan informasinya mengenai perselisihan yang berkelanjutan di Suriah.

Selain itu, beberapa situs dan forum, serta jaringan sosial, secara berkala juga mendiskusikan posisi KC mengenai isu tersebut. Pada saat yang sama, dalam surat-surat dan diskusi-diskusi, opini para penulis secara diametris bertentangan.

Secara umum, pandangan ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Kelompok yang menuduh KC bahwa KC “tidak menyukai ISIS [Islamic State of Iraq and Sham atau Daulah Islam Irak dan Syam]”, “dari awal menentang ISIS dan menentang daulah Islam”, “menyampaikan laporan palsu”. Dan bahwa KC tidak mengekspos “kemurtadan dari Jabhah Islamiyah”, dan “kelompok-kelompok murtad”.

  2. Kelompok yang menuduh KC bahwa KC tidak mengekspos “semua kejahatan yang dilakukan oleh ISIS dengan benar”, bahwa KC mengabaikan kebenaran tentang “kekejaman ISIS” dan dengan demikian “berkontribusi dalam perselisihan” karena “banyak mujahidin muda yang tertipu oleh slogan-slogan ISIS dan mereka digunakan untuk melawan kaum Muslimin”.

  3. Kelompok yang mendukung dan menyebarkan kebijakan informasi dari Kavkaz Center.

Dalam hal ini, staf editorial KC merasa perlu untuk memperjelas posisinya dan untuk menjawab beberapa tuduhan.

Pertama, Kavkaz Center adalah situs informasi politik Islam yang meliput peristiwa di Ummah, Kaukasus, serta di dunia dan Rusia. Kami menganggap penting untuk menginformasikan kepada kaum Muslimin tentang peristiwa ini, mengevaluasi mereka, menafsirkan dan menjelaskan motif mereka, sehingga kaum Muslimin secara memadai mengevaluasi proses dan dapat secara benar menanggapi mereka.

Pentingnya pekerjaan ini dapat diperkirakan setidaknya oleh fakta bahwa banyaknya kaum Muslimin, dan bahkan beberapa di antara Mujahidin, yang masih mengungkapkan ketidakpahaman mengapa KC memberikan “begitu banyak perhatian terhadap peristiwa-peristiwa di negara-negara kafir”.

Kedua, kami TIDAK membenci ISIS. Kami percaya bahwa gagasan Daulah Islam itu benar! Namun, dalam pendapat kami, metode pelaksanaannya, ideologi takfiri, meninggalkan pertempuran melawan orang-orang kafir dan memulai pertempuran melawan kaum Muslimin, kekerasan dan eksekusi massa, merusak pokok dasar gagasan ini dan memprovokasi permusuhan dan kebencian dari penduduk Syam, yang tidak hanya meninggikan gagasan ISIS, tetapi [juga] sebaliknya – mengarah pada sebuah keruntuhan.

Kami percaya bahwa kebijakan (atau lebih tepatnya – kurangnya kebijakan seperti itu) dan metodologi pelaksanaan gagasan Daulah Islam di Syam sangat keliru dan bermain ke dalam tangan para musuh. Meskipun, sekali lagi, gagasan tentang Daulah Islam benar dalam pendapat kami dan kami mendukungnya.

Kami mendukung daulah Islam jauh sebelum mereka yang kini menganggap diri kami satu-satunya konduktor dari gagasan ini, dan tidak akan berpaling dari jalan ini.

Ketiga, sehubungan dengan perselisihan di Syam, kami menyebarkan pandangan Komandan Pasukan Muhajirin dan Anshar, yang dinyatakan dalam pidato terbaru Amir Salahuddin Al-Chechnya.

Kami percaya bahwa jalan keluar itu akan menjadi pengakuan Pengadilan Syariah tunggal untuk semua kelompok Mujahidin dengan subordinasi wajib keputusannya, sebuah serikat, penolakan ambisi pribadi dan arogansi, dan mengarahkan senjata melawan orang-orang kafir dan tidak bertentangan satu sama lain.

Namun, bahkan orang yang setengah terpelajar pun memahami bahwa keterlepasan antara Mujahidin dan pemberontak (nasionalis, demokrat, kelompok-kelompok dan asosiasi yang didukung Saudi, kelompok-kelompok yang dibiayai oleh barat, dll) tidak bisa dihindari. Hal ini dapat dilihat saat ini, tapi segera setelah pasukan kafir (Syiah, loyalis Assad, Alawiyah, dll) melemah atau dikalahkan, keterlepasan ini dapat mengakuisi karakter perang. Bentrokan yang terjadi saat ini hanya tanda-tanda pertama dibandingkan dengan apa yang mungkin terjadi “setelah kemenangan atas Assad”.

Itulah sebabnya bahkan sekarang, kita harus menjadi kekuatan pemersatu bagi seluruh umat Islam (semua kelompok Mujahidin Islam), bukan [hanya] dari satu kelompok yang mencoba untuk memaksakan dengan kekerasan pandangannya, ide-ide dan aturannya kepada pihak lain. Pertama dan paling utama, ini menyangkut ISIS dan Jabhah Nushrah. Kehadiran pasukan yang bersatu yang kuat di antara Mujahidin bisa mencegah perang saudara setelah penumpasan rezim Assad.

Keempat, untuk sebagian besar, kami sengaja tidak mempublikasikan materi dengan cara apapun untuk mempengaruhi isu perselisihan yang sedang berlangsung, termasuk materi-materi yang terkait dengan ISIS.

Namun, kami kadang-kadang, meskipun jarang, merilis laporan dan pidato dari para pemimpin utama kelompok Mujahidin seperti Jabhah Nusrah (Al-Joulani), ISIS (Abu Bakar Baghdadi), Muhajirin dan Anshar (Salahuddin Al-Chechnya), dan kami sengaja tidak mempublikasikan materi dari amir/pemimpin lain, termasuk informasi dari situs web mereka.

Ke depannya, kami mungkin akan merilis laporan-laporan dan seruan-seruan amir yang lebih rendah [posisinya] dan kelompok-kelompok lainnya, tetapi akan tergantung pada isi teks. Jika kami melihat itu cocok, maka kami akan mempublikasikannya – jika tidak, maka kami tidak akan mempublikasikannya.

Kami juga merilis seruan dan pernyataan dari beberapa ulama, yang pendapat dan posisinya kami sebarkan. Dan kami tidak mempublikasikan pandangan dari para ulama yang posisinya tidak kami sebarkan.

Secara umum, kami merilis materi yang kami lihat cocok dan tidak mempublikasikan materi yang kami percaya tidak diperlukan dan berbahaya, termasuk materi-materi yang berasal dari situs-situs yang mendukung satu atau kelompok lain.

Berbicara mengenai perselisihan/pertikaian, yang kami maksud terutama konfrontasi antara kelompok Islam. Adapun kelompok sekuler dan kelompok-kelompok yang didukung oleh Saudi dan barat, perlawanan terhadap mereka adalah sebuah manifestasi alami permusuhan ideologis. Tapi fakta bahwa bentrokan ini terjadi dalam situasi dan waktu, yang tidak menguntungkan bagi Mujahidin, merupakan sebuah hasil dari kegagalan dalam kebijakan para pemimpin ISIS, jika itu tidak disertai oleh motif-motif lain.

Kelima, kami sengaja tidak terlibat dalam polemik dan tidak menanggapi serangan terhadap KC, karena kami percaya itu keliru dan hanya akan menyebabkan peningkatan permusuhan dan kebencian. Kami mencoba untuk menghindarinya, meskipun kami memiliki sesuatu untuk menjawab, untuk menunjukkan, dan untuk menyalahkan dengan bukti-bukti tertentu.

Kami juga tidak menerima penghinaan beberapa amir dan situs web mereka di mana mereka menuduh kami tidak merilis [milik] mereka (diduga, karena tidak menyukainya atau karena permusuhan), dan kami menjawab mereka dan berkata – kalian keliru.

Kami memohon kepada Allah untuk menyaksikan dan menyatakan cinta demi Allah untuk setiap Mujahid yang tulus di jalan Jihad. Kami mengingatkan setiap muslim, setiap Mujahid, membaca baris ini – Kita memiliki satu iman, satu kiblat, satu Nabi (Shalallahu Alaihi Wassalam).

Keenam, beberapa patah kata kepada mereka yang menuduh kami “bekerja untuk barat”. Kami menangani tuduhan ini tanpa emosi. Terutama, karena tidak hanya kami yang dituduh. Sebagai contoh, banyak yang percaya bahwa ISIS adalah proyek Syi’ah Iran, yang bertujuan merusak Jihad di Suriah.

Jadi tidak mengejutkan bagi kami, karena kami mendengar segala macam tuduhan sejak dimulainya KC 15 tahun yang lalu.

Kami dulu dituduh bekerja untuk Al-Qaeda dan Mossad, untuk FSB dan CIA. Ingatlah, bahwa semua penuduh ini dulu dan kini merupakan kaum propagandis dan pembohong profesional, para lawan dan musuh politik, serta para amatir dalam “konspirasi-konspirasi dapur”.

Jika ada yang tidak tahu, kami katakan bahwa dalam bekerja untuk barat (Amerika dan sebagainya) kami sekarang dituduh, bersama dengan penjajah Rusia, oleh Syi’ah dan Raafidah Iran (misalnya, di sini).

Jadi lihatlah berada dalam perkumpulan apakah diri kalian sendiri terlebih dahulu, sebelum melemparkan lumpur pada kami.

Ketujuh, kami tidak berniat untuk berdebat tentang penjelasan ini. Kami membuat posisi kami jelas. Siapa pun yang menerima, maka menerimanya. Siapa pun yang menolak, maka menolaknya.

Dan sebagai penutup:

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Kavkaz Center

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...