Berita Dunia Islam Terdepan

Jelang Pemilu, seruan ustadz Abu Bakar Ba’asyir kepada umat Islam Indonesia

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir
4

JAKARTA (Arrahmah.com) – Tepat sebulan lagi rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim dihadapkan pada sistem syirik akbar demokrasi, yakni pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif yang akan duduk manis di DPR dan DPRD.

Meski Pemilu 2014 diharapkan sukses oleh pihak yang berkepentingan dan penyelenggara, yakni bisa berjalan lancar dengan tingkat partisipasi politik pemilih yang tinggi. Namun secara faktual, pemilu 2014 dibayang-bayangi oleh kekhawatiran tingginya tingkat prosentase golput, legitimasi keabsahannya, dan ketidak siapan prosesi penyelenggaraannya. Artinya sesama kontestan pesta syirik akbar ini juga saling berselisih pastinya. Bahkan di Aceh teroris politik berkali-kali melakukan tindakannya.

Ulama Indonesia yang sedang dipenjara di LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, ustadz Abu Bakar Ba’asyir memberikan seruan kepada kaum Muslimin atas persoalan aktual negeri ini yang akan dihadapi. Berikut ini seruan Amir Jama’ah Anshorut Tauhid itu kepada umat Islam Indonesia yang diterima redaksi Ahad (9/3/2014).

Kepada seluruh umat Islam, saya ajak mari kita tetap bersatu untuk berjihad membela Islam yang ditindas di Indonesia. Jangan berpecah belah karena pentakwilan demokrasi.

Kewajiban kita yang paling penting adalah berjihad untuk merubah sistem negara Indonesia, dari sistem jahiliyah dan syirik yang diterapkan sekarang menjadi menjadi sistem Islam secara murni dan kaaffah.

Saya yakin umat Islam atau kaum muwahhidin dalam hal ini kompak satu keyakinan. Mari kita mulai mengambil langkah untuk berjihad agar mendapat nashrullah sehingga kita dapat menaklukan thaghut dan ansharnya yang menindas dan merusak ajaran Islam di negeri ini.

Sebelumnya, dalam konteks Pemilu 2014 ini dan partai politik Islam, pada sebuah wawancara, Ketua dari Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH. Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, M Phil mengkritik dengan keras dari mulai partai Islam yang menjadi partai terbuka hingga terbuka auratnya, hingga menyebut tidak ada lagi partai Islam di Indonesia dikarenakan cara pandang Islamnya rusak. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...