Berita Dunia Islam Terdepan

Terkait TPPU Anas, KPK sita aset Kiai Attabik Ali

Juru Bicara KPK, Johan Budi
10

JOMBANG (Arrahmah.com) – Terktait ditetapkannya Anas Urbaningrun sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh KPK pada Rabu (5/3/2014). Komisi Pemberantasan Korupsi satu persatu mulai menyita beberapa aset milik Anas dan beberapa orang yang terkait dengannya. Termasuk aset milik bapak mertua Anas, KH. Attabik Ali dan putrinya.

KPK menegaskan penyitaan sejumlah aset tanah atas nama Kiai Attabik Ali dan anak perempuannya adalah terkait kasus korupsi mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Juru bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, luas lahan yang disita itu, per persilnya ada yang 7.670 meter persegi, kemudian 200 meter persegi di Yogyakarta, atas nama Attabik Ali.

Kemudian tiga bidang tanah dan bangunan di Jalan Selat Makassar C9/22 di Duren Sawit, Jakarta Timur dan tiga bidang tanah di Desa Panggungharjo, Bantul (Yogyakarta) atas nama Dina Az (anak Attabik Ali).

“Penyitaan ini diduga terkait dengan AU,” katanya saat menghadiri kegiatan “Rembuk rasa antikorupsi bersama PNPM Mandiri dan KPK” di sebuah hotel di Kabupaten Jombang, lansir Antaranews, Sabtu.

Untuk aset Anas di Duren Sawit, kawasan yang kini menjadi markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) tersebut pernah digeledah penyidik KPK terkait kasus Hambalang dengan tersangka Teuku Bagus Mohammad Noor.

Markas PPI itu bersebelahan dengan kediaman Anas dan keluarga.

Sebagaimana aset di Duren Sawit, dua lokasi di Yogyakarta juga terindikasi memiliki rekam jejak hasil pencucian uang oleh Anas.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPU, Anas terlebih dahulu ditetapkan menjadi tersangka penerimaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Namun, penyitaan itu juga langsung mendapatkan tanggapan dari tim kuasa hukum Anas Urbaningrum yang meyakinkan bisa membuktikan tanah yang disita KPK tidak terkait TPPU yang disangkakan kepada Anas.

Anggota tim kuasa hukum Anas yaitu Handika Honggowongso menyebut pembelian aset-aset tersebut berasal dari sumber yang legal dan halal.

Ia menyebut, Attabik adalah seorang pebisnis, dan saat ini total nilai aset kekayaannya lebih dari Rp150 miliar. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...