Berita Dunia Islam Terdepan

Delapan warga sipil Afghan ditangkap tentara NATO dalam operasi penyerbuan malam di Takhar

4

TAKHAR (Arrahmah.com) – Lagi, operasi penyerbuan malam atau disebut “night raid” yang dilakukan tentara penjajah kafir pimpinan AS-NATO di Afghanistan menargetkan warga sipil tak bersalah, dilaporkan delapan warga sipil Afghan ditangkap secara sewenang-wenang di provinsi Takhar.

Pejabat Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) atau Taliban mengatakan bahwa empat warga sipil Afghant elah ditangkap dalam operasi penyerbuan malam yang dilancarkan oleh tentara penjajah AS di bagian utara provinsi Takhar, lapor Shahamat.

Para tentara penjajah itu menyerbu rumah-rumah penduduk sipil di distrik Iskamish pada Jum’at (28/2/2014) malam. Mereka menyerbu lingkungan penduduk setelah meledakkan gerbang pintu desa dan kemudian menggeledah rumah-rumah warga dan menangkap empat warga sipil tak bersalah.

Serangan tersebut terjadi setelah serangan serupa dilakukan oleh para tentara teroris asing itu di distrik Baraki Barak, provinsi Logar, di mana para tentara kafir AS juga menangkap empat warga desa dari rumah mereka.

Lebih lanjut laporan mengatakan bahwa berdasarkan kesaksian warga lokal, biasanya pasukan penjajah, yang sebagian besarnya berkebangsaan Amerika, menyerbu rumah warga lokal pada tengah malam dan kemudian menganiaya warga dengan memukuli mereka bahkan terkadang hingga melakukan pembunuhan warga tak bersalah dan menangkapi warga dan membawa mereka ke tempat yang tidak diketahui tanpa alasan yang jelas.

Penyerbuan-penyerbuan semacam ini rutin dilakukan oleh tentara penjajah bersama boneka mereka. “Night raid” dilakukan dengan dalih untuk mencari anggota Mujahidin Taliban atau yang terkait dengan mereka, tetapi selama ini kebanyakan korban adalah warga sipil tak bersalah. “Night raid” merupakan salah satu operasi militer tentara AS-NATO yang sering kali menyebabkan kerugian materi dan bahkan jiwa terhadap warga sipil Muslim Afghan. Kejahatan ini sering ditutup-tutupi oleh media internasional (sekuler).

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...