Berita Dunia Islam Terdepan

Pengadilan militer Lebanon menuntut Syaikh Ahmad Al-Asir dan 53 warga muslim dengan hukuman mati

Syaikh Ahmad Al-Asir dan mantan Fadhl Syakir
3

BEIRUT (Arrahmah.com) – Pengadilan Lebanon pada Jum’at (28/2/2014) menuntut dijatuhkannya hukuman mati terhadap ulama Islam Syaikh Ahmad Al-Asir yang menentang rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah “Hizbullah’ Lebanon. Syaikh Ahmad Al-Asir bersembunyi setelah pendukungnya terlibat bentrokan bersenjata dengan pasukan nasional Lebanon dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon pada bulan Juni 2013 lalu, Al-Jazeera melaporkan.

Kantor berita AFP mengutip dari seorang sumber pada pengadilan Lebanon yang mengatakan bahwa hakim pengadilan militer pertama Riyadh Abu Ghaida telah mengeluarkan keputusannya yang mendakwa Syaikh Ahmad Al-Asir dan 74 orang muslim lainnya dalam kasus bentrokan bersenjata di Abra, Lebanon selatan.

Dalam surat dakwaannya hakim pengadilan militer menuntut dijatuhkannya hukuman mati terhadap 54 terdakwa, diantaranya Syaikh Ahmad Al-Asir dan Fadhl Abdurrahman Syamandar atau lebih dikenal dengan julukan Fadhl Syakir, seorang mantan penyanyi Lebanon yang bertaubat dan menjadi aktivis Islam.

Dakwaan pengadilan menyatakan para terdakwa “membentuk kelompok-kelompok militer yang melakukan serangan terhadap lembaga-lembaga negara yang direpresentasikan oleh tentara nasional, membunuh beberapa perwira dan personil tentara nasional, memiliki bahan-bahan bom dan senjata ringan dan berat yang dipergunakan untuk melawan tentara nasional”.

Pada 23 Juni 2013 Tentara Nasional Lebanon menyerang masjid jami’ tempat Syaikh Ahmad Al-Asir menjadi imam dan khatib di desa Abra, dekat kota Shaida, kota terbesar di Lebanon selatan. Jama’ah masjid dan pendukung Syaikh Al-Asir memberikan perlawanan selama beberapa jam. Bentrokan itu menewaskan sedikitnya 18 tentara dan 11 pengikut Syaikh Al-Asir. Tentara Nasional Lebanon kemudian melakukan penodaan terhadap masjid dan para jama’ah masjid. Tentara Nasional Lebanon menuduh pendukung Syaikh Al-Asir telah menyerang posko militer.

Syaikh Ahmad Al-Asir dan beberapa pendukungnya meloloskan diri dari penangkapan. Melalui pesan audio dan tulisan-tulisan di akun resmi beliau di situs jejaring sosial, Syaikh Al-Asir mengkritik keras rezim Nushairiyah Suriah, rezim Rafidhah Iran dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon. Beliau juga menyatakan Tentara Nasional Suriah berkomplot dengan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon untuk menindas penduduk muslim.

Syaikh Ahmad Al-Asir adalah ulama dan imam masjid Lebanon yang gencar mendukung jihad di Suriah. Bersama para pengikutnya beliau terlibat dalam ribath dan jihad mempertahankan Homs dari kepungan dan serangan ribuan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon. Dukungan beliau terhadap mujahidin Suriah membuat milisi Syiah dan rezim Rafidhah mengincar beliau.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...