Pembunuhan massal oleh tentara Kafir Suriah terjadi di dekat Damaskus

Pasukan rezim Nushairiyah menyerang basis FSA di Masaken Hanano pada 17 Februari 2014. (foto : Reuters)
42

GHAUTAH (Arrahmah.com) Serangan tunggal paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi di dekat markas Mujahidin sekitar Ghautah menewaskan 175 muslimin.

Kantor berita SANA mengatakan pada hari Rabu (26/2/2014) bahwa serangan itu terjadi saat fajar di daerah kekuasaan Mujahidin area Ghautah Timur.

Menurut laporan itu, tentara Assad hendak berupaya menghancurkan Mujahidin Jabhah Nushrah dan Liwa al-Islam di dekat Damaskus, namun kekejamannya membunuh puluhan warga dan melukai beberapa orang tak berdosa.

Al Jazeera belum dapat memverifikasi kewarganegaraan para muslim yang syahid (insya Allah), namun SANA mengidentifikasi korban berkewarganegaraan Saudi, Qatar dan Chechnya. Sementara Televisi Rezim Assad sebelumnya melaporkan dengan bangga bahwa puluhan pejuang Islam meninggal dunia, sebagian besar bukan berkebangsaan Suriah , dalam sebuah “serangan yang sudah direncanakan dan terorganisir dengan baik”.

Padahal Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa selain pejuang Islam, puluhan warga sipil juga syahid (insya Allah) dan terluka dalam penyergapan oleh pasukan rezim Nushairiyah di dekat desa Otaybeh di daerah Ghouta Timur.

Aktivis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pejuang dan warga diserang saat mencoba menyeberang melalui jalur beresiko dari sisi timur Damaskus ke Adra Utara Damaskus, dalam usaha untuk keluar dari pengepungan. Hal ini didukung laporan Stasiun TV Libanon Al-Mayadeen yang menunjukkan puluhan mayat yang tersebar di sepanjang jalan beraspal .

Sampai saat ini, ambisi keji Assad pada perang Suriah telah menewaskan lebih dari 140.000 orang sejak Maret 2011. Menurut PBB , Rabu (26/2), ada dua setengah juta warga Suriah yang melarikan diri dari negara itu, dengan jumlah diperkirakan akan melebihi empat juta pada akhir 2014. Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal mawla wa ni’mannasiir. (M1/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.