Sebuah buku fitnah yang ditulis oleh murtadin memicu kemarahan ummat Islam di Republik Ceko

34

PRAHA (Arrahmah.com) – Peluncuran buku anti-Islam oleh seorang murtadin telah memicu reaksi marah dari Ummat Islam di Republik Ceko, dan mereka menyerukan pelarangan untuk menyebarkan buku yang mengandung rumor palsu tentang minoritas agama, Praha Post melaporkan.

“Dia adalah seorang idiot yang hiperaktif, dan juga seorang pria yang tidak bahagia,” Muneeb Hassan Alrawi, kepala komunitas Muslim di Brno, seperti dikutip oleh Mingguan Týden, Sebagaimana dilansir oleh onislam.net, Selasa (25/2/2014).

Kontroversi meletus setelah Lhoťan, seorang murtadin, merilis sebuah bukunya yang berjudul ‘Islam dan Islamisme’.

Buku ini mengatakan bahwa Muslim telah menyalahgunakan ideologi multikulturalisme dengan menginfiltrasi sekolah-sekolah Ceko, menggunakan rumah ibadah mereka untuk merekrut jihadis baru.

Buku ini juga menjelaskan apa yang mereka sebut “kecenderungan ekstremis di dalam komunitas Muslim Ceko”, dengan mengatakan bahwa Muslim telah menginjak-injak demokrasi, hak-hak perempuan dan membenarkan pelaku bom “bunuh diri”.

Lhoťan menulis bahwa institusi Muslim kini dipimpin oleh kelompok Islamis yang mendominasi masyarakat Islam keseluruhan, menurut ahli ekstremisme Miroslav Mares dari Masaryk University di Brno.

Menentang isi buku yang mengadung fitnah tersebut, Vladimír Sanka, direktur Islamic Centre yang bebasis di Praha, telah mengajukan pengaduan pidana terhadap Lhoťan atas kampanye kebencian tersebut.

“Ini adalah fitnah,” kata Alrawi, yang mengenal secara pribadi penulis buku Lukáš Lhoťan ini, kepada Mingguan Týden.

Republik Ceko, yang memiliki populasi lebih dari 10 juta orang, adalah rumah bagi sekitar 15.000 Muslim.

Jumlah muallaf diperkirakan antara 1500-2000, kebanyakan dari mereka memeluk Islam pada tahun 1990-an.

Pada tahun 2004, Praha mengakui Islam sebagai agama resmi, memberikan ummat Islam hak-hak yang yang sama dengan Kristen dan Yahudi. (ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.