Pusat kebudayaan Iran di Beirut menjadi target serangan bom

Ledakan yang diduga berasal dari bom mobil telah mengguncang Beirut selatan. (Foto : Al Jazeera)
6

BEIRUT (Arrahmah.com) – Serangan bom kembar menghantam pinggiran selatan Beirut selama jam sibuk di pagi hari, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Bom tersebut menargetkan pusat kebudayaan Iran.

Brigade Abdullah Azzam, sebuah kelompok yang disebut-sebut terkait dengan Al Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada Rabu (19/2/2014) melalui Twitter.

“Dalam beberapa saat, dengan izin Allah, akan ada pengumuman penting pada serangan di pusat kebudayaan Iran di Beirut oleh saudara-saudara kalian di Brigade Abdullah Azzam, dari sel Hussein bin ali,” ujar pernyataan mereka di Twitter seperti dilansir Al Jazeera.

“Kami akan terus menargetkan Iran dan beberapa pihak di Libanon, di pusat-pusat keamanan, politik dan militer, sampai tuntutan kami tercapai,” lanjut pernyataan kelompok itu.

“Pertama : Iran harus menarik pasukannya dari Suriah. Kedua : bebaskan tahan kami dari penjara Libanon.”

Di antara yang tewas adalah seorang perwira militer, ujar laporan kementerian kesehatan Libanon.

Kerusakan parah terjadi setelah ledakan. Sejumlah mobil rusak dan yang lainnya masih terbakar beberapa menit setelah ledakan.

Daerah yang ditargetkan terletak beberapa ratus meter dari kedutaan besar Iran, yang juga pernah dihantam serangan bom di bulan November lalu yang menewaskan 23 orang dan melukai puluhan lainnya.

Gelombang pemboman

Gelombang pemboman di Libanon terjadi setelah kelompok militan bersenjata “Hizbullah” Libanon secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rezim Nushairiyah pimpinan Bashar al-Assad di Suriah dan mereka mengirimkan pasukannya untuk membantu rezim mempertahankan kekuasaan.

Iran adalah pendukung utama “Hizbullah” dan rezim Suriah. Ketiga pihak ini bersekutu dengan sangat erat.

Mujahidin Suriah dan Libanon bersumpah akan melawan “Hizbullah” dan Iran sebagai balasan atas dukungannya dalam perang Suriah.

Perang Suriah yang berlangsung selama tiga tahun telah tumpah ke Libanon, mempengaruhi situasi politik Libanon, menyebabkan kelumpuhan dalam pemerintahan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.