Berita Dunia Islam Terdepan

JAT Semarang undang Kapolda Jateng sebagai pembicara bedah buku Tadzkiroh II

Perwakilan JAT Semarang menyerahkan surat undangan kepada Kapolda Jateng untuk menjadi pembicara pada bedah buku Tadzkiroh II di Semarang pada 9 Maret 2014 nanti
7

SEMARANG (Arrahmah.com) – Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) Semarang dengan dipimpin oleh Abu Sumayyah menemui Kapolda Jateng di kantornya, Senin (17/02/2014) jam 10.00 wib . Maksud kedatangannya adalah menyampaikan surat undangan kepada Kapolda Jateng untuk menjadi pembicara saat bedah buku Tadzkiroh II.

” Hari ini kami memang mempunyai agenda untuk menyerahkan buku Tadzkiroh dan surat undangan kepada Kapolda Jateng untuk menjadi pembicara di acara bedah buku Tadzkiroh II karya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Alhamdulillah agenda tersebut sudah kami laksanakan dan kami sangat berharap dari pihak kepolisian gentle untuk datang guna memberikan penjelasan dan berdiskusi secara ilmiah. Bukan hanya sekedar melemparkan tuduhan-tuduhan negatif terhadap buku tersebut, yang dampaknya justru semakin membuat ummat semakin tidak bersimpati kepada aparat kepolisian,” terang Abu Sumayyah kepada para wartawan.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku ini akan dilaksanakan Ahad, 9 Maret 2014 di masjid MPD Undip Tembalang, Semarang. Adapun para pembicara pada acara itu rencananya adalah Ustadz Nanang Ainurrofiq (Jubir JAT), Ustadz Harits abu Ulya (Direktur CIIA dan pengamat contra- terrorism), dan Drs. Dwi wiyatno (Kapolda Jateng ).

Surat undangan JAT Semarang diterima oleh staf di Mapolda Jateng Tri S. Dia mengatakan surat undangan dari JAT segera akan di sampaikan kepada Kapolda Drs. Dwi wiyatno.

“Surat Undangan ini segera akan kami sampaikan kepada bapak Kapolda, cuman berkenaan dengan bisa atau tidaknya beliau menghadiri acara tersebut, nanti kami akan konfirmasi lagi dengan panitia acara,” ucap Tri.

Buku Tadzkiroh II karya Ustadz Ba’asyir menjadi buah bibir setelah Kapolri Jendral Polisi Sutarman mengeluarkan pernyataan yang dikutip beberapa media, bahwa buku tersebut ditulis dengan tujuan melegalisir aksi perampokkan untuk kepentingan Islam. Namun dengan pernyataan Kapolri tersebut, justru semakin membuat umat penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam tentang isi buku tersebut. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...