Sekelompok nasionalis Inggris berupaya merubah Muslim setempat dengan bir dan rokok

Kafir Inggris membagi-bagian selebaran dalam patroli mereka
12

LONDON (Arrahmah.com) – Menurut laporan dari ibukota Inggris, London, sekelompok anak muda berpemikiran nasionalis memutuskan untuk “mendidik ulang” Muslim setempat.

“Kami di sini, di London, kini memiliki patroli Kristen sendiri.  Berkeliling dalam kendaraan lapis baja di lingkungan etnis dan membawa Muslim ke cara hidup orang Eropa.”

Mereka meminum bir dan merokok di dekat Masjid, berusaha untuk memotivasi penduduk setempat dengan tindakan mereka dan mengatakan bahwa “ini adalah negara kami dan kami akan hidup dengan hukum kami sendiri,” seperti dilansir Kavkaz Center (13/2/2014).

Patroli nasionalis lokal diselenggarakan untuk merespon patroli Syariah di London.  Seruan dalam patroli Syariah adalah untuk menghapus kebudayaan minum bir di jalan-jalan dan mendesak kaum wanita untuk tidak mengenakan rok mini.

Menurut kantor berita Interfax, patroli Kristen ini telah mendekati Masjid, membagikan selebaran yang isinya bermuara pada gagasan bahwa “pengunjung harus beradaptasi dengan realitas British”.

“Ini adalah negara kami.  Anda ingin tinggal di sini, Anda harus mematuhi hukum kami,” ujar salah satu peserta dalam patroli Kristen yang mendekati seorang Muslim di depan salah satu bangunan.

Apa yang disebut dengan “patroli Kristen” ini terkait dengan Partai Nasional Inggris, ujar laporan tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, seorang anggota parlemen dari Partai Independen,Gerard Batten mengumumkan bahwa setiap Muslim harus menandatangani “komitmen non-kekerasan” serta kebutuhan untuk melarang pembangunan Masjid baru dan mendesak untuk memperbarui Al Qur’an.

Batten mengatakan, Muslim Inggris harus terlibat dalam penandatanganan “code of conduct” khusus dan bahwa Eropa telah membuat kesalahan besar dengan membiarkan ledakan pertumbuhan Masjid di tanah mereka sendiri.

Selain itu, kafirin Inggris menuntut Muslim untuk memperbarui beberapa teks dalam Al Qur’an dan mengikuti pandangan “medernitas”.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.