Penganut Kristen Meksiko menemukan Tuhan dalam Islam

Leslie Camarillo (kiri) dan Martha Alamilla, dari Mexico City.
30

MEKSIKO (Arrahmah.com) – Meskipun Katolik telah menjadi agama yang dominan di Meksiko selama lima abad, tapi jumlah umat Katolik telah jatuh menjadi 82,7 persen, dari 96,7 pada tahun 1970, menurut Pew Research Center, sebagaimana dilansir oleh WordBulletin, Jumat (14/2/2014).

Pew memperkirakan bahwa Meksiko akan menjadi rumah bagi 126.000 Muslim pada tahun 2030, meningkat dari 111.000 pada tahun 2010.

William Schaefer dari GlobalPost bertanya mengapa beberapa orang Meksiko meninggalkan Gereja Katolik dan menjadi muallaf.

Alasannya bermacam-macam. Ada yang mengatakan bahwa doktrin Katolik dan konsep Trinitas – tiga Allah dalam satu, Bapa, Anak dan Roh Kudus – berbeda dengan konsep tentang tauhid atau keesaan Allah dalam Islam. Yang lainnya mengungkapkan kemuakan terhadap tuduhan skandal seks dan yang sedang berlangsung yang telah melanda gereja beberapa dekade yang lalu. Yang lainnya mengatakan bahwa mereka ingin memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Islam.

Martha Alamilla (23) lahir dan dibesarkan dalam keluarga Katolik. Alamilla selalu percaya bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi, tapi, katanya, saat ia mulai mempertanyakan beberapa prinsip dari gereja, dia menemukan bahwa jawaban yang disodorkan tidak memuaskan.

“Tidak pernah ada keraguan dalam pikiran saya bahwa Allah itu ada. Tapi selalu ada hal-hal yang saya ingin bertanya tentang agama saya, sesuatu yang tidak masuk akal bagi saya. Saya selalu mendapat jawaban seperti, ‘baik, karena,’ dan ‘karena dia adalah Allah dan Allah adalah seperti itu,’ dan ‘karena Allah mengatakan hal itu seperti itu.’ “

Untuk Alamilla, yang memiliki gelar di bidang teknik industri robot, jawaban ini hanya membawanya keluar dari gereja untuk mencari jawaban yang lebih baik.

Alamilla mengatakan bahwa dulu dia menganggap bahwa  Islam adalah salah satu agama terorisme dan penindasan. Tetapi dalam perjalanan mempelajari Quran dan bertemu dengan Muslim, dia menemukan sebuah sistem kepercayaan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menghantui pikirannya.

“Saya menyadari bahwa Islam adalah agama yang indah. Segala sesuatu tentang Islam masuk akal, “kata Alamilla. “Ada jawaban untuk setiap pertanyaan yang dulu menghantui saya yang saya temukan dalam Alquran atau dalam Sunnah.”

Setelah mempelajari Islam selama enam bulan, Alamilla resmi menjadi muallaf dan dia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Alamilla mengatakan bahwa salah satu kesalahpahaman yang paling umum tentang Islam adalah bahwa perempuan Islam tertindas, tidak diperbolehkan untuk mengekspresikan diri mereka dan dipaksa untuk memakai jilbab atau menutup diri. Dalam perjalanan studinya Alamilla katanya mengetahui bahwa kewajiban jilbab untuk muslimah merupakan bentuk pembebasan, dan kemedekaan sejati. Jilbab membuat muslimah terhormat.

“Setiap Muslim yang saya temui adalah orang yang hebat,” katanya. “Bukan karena mereka selalu terlahir seperti itu, tetapi karena agama mereka membuat mereka seperti itu.”

Leslie Camarillo, teman Alamillah, juga merupakan gadis yang terlahir dalam keluarga Kristen. dia juga menceritakan pengalamannya memeluk Islam.

Camarillo mengatakan bahwa dia kehilangan kepercayaan terhadap Gereja Katolik dan telah menjadi seorang Muslim selama tiga tahun. Camarillo mengatakan bahwa sejak dia masih kecil dia mulai mempertanyakan doktrin gereja.

“Saya menemukan kemunafikan tentang gereja ketika saya masih kecil,” kata Camarillo. Bagian dari kemunafikan dapat ditemukan dalam konsep Trinitas,” katanya.

“Tentang Trinitas ini. Kenapa Tuhan yang begitu luar biasa ingin menjadi manusia dan membuat dirinya mati tapi masih abadi di surga?” Tanyanya retoris.

Camarillo tidak malu untuk berbagi kisah pencarian spritualnya untuk menemukan agama yang akan dia imani.

“Saya selalu berpikir tentang Tuhan,” kata Camarillo dengan nada halus tenang. “Saya selalu berpikir bahwa ada seorang yang maha kuasa atau Tuhan yang menciptakan segala sesuatu.”

“Saya telah mencoba banyak agama. Hindu, Buddha, Kristen, dan banyak lainnya,” katanya. “Saya memiliki kehidupan pribadi yang sepertinya sangat liberal. Saya pernah mencoba obat-obatan dan barang-barang terlarang. Ini bukan hal yang buruk bagi saya karena sekarang saya telah mengetahui apa yang baik dan apa yang salah. Saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa sekali saya menemukan agama yang benar-benar bisa menjawab semua pertanyaan saya tanpa diragukan lagi, saya akan menerimanya.”

Camarillo mengatakan bahwa ia mendapatkan hal tersebut dalam Islam, dan dia mengatakan bahwa dia bisa berbagi dengan orang lain yang sedang mencari sesuatu untuk diimani.

“Saya memberikan saran kepada pemuda dan pemudi yang sedang mencari,” kata Camarillo. “Hal yang utama adalah bahwa hubungan Anda dengan Tuhan adalah unik.”

(Ameera/Arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.