Berita Dunia Islam Terdepan

Pernyataan resmi ISIS terkait konflik bersenjata dengan Jabhah Nushrah dan kelompok-kelompok lain di Suriah

16

DEIR EZZUR (Arrahmah.com) – Pada hari Jum’at (7/2/2014) Jabhah Nushrah dan Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah merilis penyataan resmi tentang serangan aniaya Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) terhadap kedua kelompok jihad lokal tersebut di propinsi Hasakah.

Pada Ahad (9/2/2014) Yayasan Media Al-I’tisham, sayap media Departemen Informasi Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) propinsi Deir Ezzur [namanya dirubah menjadi “Khair” oleh ISIS, red] merilis bantahan resmi terhadap rilisan resmi Jabhah Nushrah dan Ahrar Asy-Syam tersebut.

Beberapa hal menarik disebutkan secara tersurat maupun tersirat oleh pernyataan resmi ISIS ini. Di antaranya pertama, kedudukan ISIS bukanlah sekedar sebuah jama’ah seperti jama’ah-jama’ah lainnya melainkan adalah sebuah Daulah Islam secara de facto dan de jure, sehingga posisi Jabhah Nushrah adalah bughat yaitu pembelot yang membatalkan bai’at secara sepihak kepada Amir ISIS dan memecah belah jama’ah.

Kedua, Jabhah Nushrah justru bekerjasama dengan para pengikut manhaj yang menyimpang.

Ketiga, kelompok Ahrar Asy-Syam, Jaisyul Al-Islam, Jabhah Islamiyah dan lain-lain yang terlibat konflik dengan ISIS adalah milisi-milisi Shahwat yang tak ada bedanya dengan milisi-milisi sekuler FSA yang berada dibawah naungan Aliansi Nasional dan Dewan Militer yang berpusat di Turki.

Keempat, Jabhah Nushrah berpihak kepada milisi-milisi Shahwat antek Barat dan berada dalam barisan kekafiran murni yang tidak ada keimanannya sama sekali, karena memerangi Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) dan proyek penegakan khilafah Islamiyah.

Berikut ini terjemahan pernyataan resmi Daulah Islam Irak dan Syam terkait konflik terbarunya dengan Jabhah Nushrah dan kelompok-kelompok lainnya di Suriah.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Ini adalah penjelasan bagi manusia

 

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ (29)وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ (30) وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ (31)

Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka ?

Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya, dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwal kalian.

(QS. Muhammad [48]: 29-30)

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi yang tiada lagi nabi sepeninggalnya. Amma ba’du.

Sesungguhnya sejarah mengulang dirinya sendiri, sunnah Allah dalam menguji orang-orang beriman terus berlaku dan dalam membersihkan barisan mereka dari keburukan senantiasa berjalan, agar ujian-ujian itu mengeluarkan barisan-barisan mereka dari setiap ujian dengan karunia Allah semata sebagai barisan yang bersih lagi murni.

Allah hanya menghendaki untuk memenangkan kebenaran atas hamba-hamba-Nya, menjelaskan kepada mereka jalan yang lurus, dan membongkar para pengikut manhaj yang sakit, agar orang yang hancur mengalami kehancuran di atas bukti yang nyata dan orang yang bertahan hidup bisa bertahan hidup di atas bukti yang nyata, sehingga manusia terbagi menjadi dua kemah pasukan; kemah pasukan keimanan murni yang tiada kemunafikan padanya dan kemah pasukan kekafiran murni yang tiada keimanan padanya. Allah Ta’ala berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kalian dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. dan Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. At-Taubah [9]: 16)

Sesungguhnya kami Daulah Islam Irak dan Syam memilih dengan taufik Allah apa yang kami anggap secara yakin sebagai kemah pasukan keimanan yang tiada kemunafikan sama sekali di dalamnya, yang tidak bersikap kompromi dengan Barat dan Timur yang kafir, atau sikap berbasa-basi dengan orang-orang munafik yang mengikuti manhaj-manhaj yang rusak menurut timbangan dien Allah Ta’ala.

Akan tetapi orang-orang munafik enggan kecuali untuk menikam orang-orang beriman dari belakang punggung mereka sementara mereka mengira bahwa mereka adalah bagian dari orang-orang beriman dan dalam barisan orang-orang beriman. Namun Allah enggan kecuali untuk membongkar rahasia mereka dan mencampakkan mereka dalam keburukan amal-amal perbuatan mereka.

Bagaimana dahulu Jabhah Nushrah adalah bagian dari Daulah Islam Irak dan Syam, mendengar dan menaati kepada Amirnya Syaikh Al-Baghdadi hafizhahullah, kemudian mulai langkah pertama dalam ketergelinciran dan menyimpang dari jalan yang lurus, untuk keluar dari ketaatan dan memecah belah barisan jama’ah, dan mengkhianati program kaum muslimin.

Maka Allah mengecewakan tindakan Jabhah Nushrah dan tidak memberi petunjuk tipu dayanya, maka Jabhah Nushrah pun tergelincir pada ketergelinciran kedua ketika Jabhah Nushrah meletakkan tangannya pada tangan [bekerjasama dengan] para pengikut manhaj yang menyimpang, memasukkan ke dalam barisannya banyak orang-orang rusak lagi berbuat kerusakan, kemudian Jabhah Nushrah terjatuh dalam ketergelinciran ketiga dengan membantu milisi-milisi Shahwat dalam memerangi Daulah Islam Irak dan Syam dengan provokasi dan dukungan secara langsung maupun tidak langsung, bahkan bersama-sama mereka terlibat langsung dalam memerangi Daulah Islam Irak dan Syam di propinsi Raqqah.

Maka ketika Daulah Islam Irak dan Syam ingin meluruskan perjalanan dan menolak serangan aniaya milisi-milisi Shahwat, berusaha keras dan mengerahkan segenap kemampuannya untuk hal itu tanpa menumpahkan setetes darah pun, dan hal itu atas karunia Allah telah tercapai setelah peristiwa-peristiwa terbaru membuktikan hakekat konspirasi yang dilakukan oleh semua pihak termasuk di dalamnya Jabhah Nushrah, sehingga mengakibatkan banyak orang di antara mereka [Jabhah Nushrah] kembali bergabung dengan barisan Daulah Islam Irak dan Syam.

Sebagaimana yang baru-baru ini terjadi di propinsi Barakah [propinsi Hasakah] para penyerang yang aniaya; di sini Jabhah Nushrah terjatuh dalam ketergelinciran keempat, maka Jabhah Nushrah memutuskan untuk melakukan pembalasan untuk kepentingannya sendiri tanpa kembali kepada landasan [ulama] syariat apapun, selain menebarkan berita-berita palsu dan syubhat-syubhat untuk meyakinkan pengikutnya agar mau berperang.

Maka Jabhah Nushrah mulai mensifati kami sebagai pelaku tindakan aniaya pada satu kesempatan, pelaku perampokan pada kesempatan lainnya, Khawarij pada suatu kesempatan, dan ghuluw [ekstrim] dalam mengkafirkan dalam kesempatan lainnya, sebagai usaha serius dari Jabhah Nushrah untuk mencari pelegalan syariat atas tindakan mereka yang tidak sesuai syariat.

Duhai alangkah baiknya jika mereka berperang sendirian dengan dalih-dalih yang sangat lemah ini. Namun mereka turut menyertakan pasukan milisi-milisi boneka Shahwat di propinsi Khair [Deir Ezzur] seperti Liwa’ Ahwaz dan Ahrar Asy-Syam, serta Ja’far Ath-Thayar yang merupakan bagian dari pasukan Alusy [Jaisyul Islam, red] dan brigade-brigade serta kelompok-kelompok lainnya yang menyimpang dari agama Allah dan manhaj Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa salam, yang diketahui oleh setiap orang yang dekat dan jauh.

Belum lagi suku-suku pengkhianat seperti para penjahat desa Masrab yang sebelumnya telah diperangi oleh mujahidin [Daulah Islam Irak dan Syam, red] sebagai balasan setimpal atas pengkhianatan mereka terhadap mujahidin. Mereka semua kini berada dalam parit yang sama dalam memerangi Daulah Islam.

Hari ini setelah mobilisasi pasukan untuk memerangi Daulah Islam, mereka membombardir muslimin mujahidin [Daulah Islam Irak dan Syam, red] dengan mortar dan tank-tank di beberapa tempat dalam propinsi Khair, seperti wilayah Tabna, Mi’dan, dan Mantiqah Jadid, juga seperti terjadi di markas Jafrah. Tidak selamat dari serangan mereka bahkan wilayah-wilayah yang dihuni oleh keluarga-keluarga dan yang dipenuhi oleh kaum wanita dan anak-anak.

Lantas apa perbedaan antara mereka dan pasukan-pasukan pengkhianatan yang ada di Aleppo dan wilayah-wilayah lainnya. Demikian juga mereka melakukan pengkhianatan dan membunuh muhajirin yang selama ini mereka berpura-pura menangisinya dan secara dusta dan bohong mereka menampakkan kecintaan dan pertolongan kepada muhajirin.

Ternyata muhajirin adalah orang pertama yang terbunuh oleh tangan mereka di propinsi ini, dan kita tidak tahu kapan rentetan ketergelinciran [Jabhah Nushrah] ini akan berakhir.

Di sini kami telah menjelaskan sebagian peristiwa yang terjadi pada hari ini berupa pengkhianatan sehingga kaum muslimin mengetahui dalam kemah pasukan mana para pengkhianat itu berada.

Sebab sekarang telah jelas bagi setiap orang yang memiliki akal dan dua mata bahwasanya mereka telah terjungkir dan terperosok dalam parit yang sama dengan milisi-milisi pengkhianat lagi boneka Shahwat, dan bersama orang-orang yang hendak merealisasikan kepentingan-kepentingan Barat dan berupaya meraih restu Barat. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Kami sampaikan pesan kepada semua pasukan tersebut secara umum dan kepada orang-orang yang kami masih berbaik sangka kepada mereka dalam barisan Jabhah Nushrah secara khusus:

Perhatikanlah dengan seksama realita di sekitar kalian dan lihatlah siapakah yang kalian bela dan bersama siapa kalian berpihak, apakah kalian akan membela orang-orang yang memusuhi Islam yaitu Dewan Militer yang para pemimpin secara terang-terangan Daulah Islam dengan bantuan negara-negara “sahabat” dan negara-negara “saudara kandung”; ataukah kalian akan membantu orang-orang yang tidak mau berkompromi dan mengumumkannya secara terang-terangan dengan menegakkan Daulah Islam yang tidak direstui Barat, bahkan Barat mengumumkan untuk memeranginya.

Kami telah menjelaskan kepada kalian apa yang telah terjadi sehingga Daulah tidak akan dicela atas apa yang akan Daulah lakukan terhadap mereka dan berita yang akan didengar oleh dunia tentang kesudahan nasib mereka dengan izin Allah.

Pesan kami kepada mereka adalah kami katakan: “Orang yang pandir adalah orang yang mencoba melawan orang yang telah terlatih.” Maka ambillah pelajaran dari apa yang telah terjadi di Irak dan kesudahan nasib para pengkhianat dari kalangan orang-orang munafik dan pemecah belah.

Ketahuilah bahwasanya mayoritas milisi-milisi Shahwat yang berada di Irak pemimpinnya adalah orang-orang yang secara dusta berpakaian ala Islam dan mengaku beragama Islam, maka mereka mengetuk pintu kesesatan yang dibukakan bagi mereka selebar-lebarnya, akibatnya mereka terjerembab ke dalam rawa-rawanya dan mereka masih senantiasa terjatuh ke dasar jurangnya.

Kami katakan kepada mereka: Kembalilah kalian ke jalan lurus, namun jika kalian enggan maka janganlah kalian mencela kecuali diri kalian sendiri. Sebab tiada lagi tersisa alasan bagi kalian, karena pemberi peringatan telah datang kepada kalian.

 

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

 

Daulah Islam Irak dan Syam

Propinsi Khair

 

9 Rabi’u Tsani 1435 H

9 Februari 2014 M

 

Sumber:

https://twitter.com/wa3tasimo

http://www.hanein.info/vb/showthread.php?t=350883

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...