Inna lillah, saat Jabhah Nushrah membebaskan ribuan tawanan dari penjara pusat Aleppo, ISIS menyerbu dan mengepung Jabhah Nushrah di Hasakah

43

HASAKAH (Arrahmah.com) – Umat Islam di Suriah dan seluruh dunia merasakan kegembiraan luar biasa saat mujahidin Jabhah Nushrah, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah dan beberapa kelompok jihad lainnya berhasil membebaskan Penjara Pusat Aleppo pada Kamis (6/2/2014) dari tangan rezim Nushairiyah Suriah. Ribuan muslim dan muslimah yang ditawan dan disiksa secara keji dalam penjara tersebut berhasil dibebaskan.

Komandan Saifullah Asy-Syisyani, pemimpin kelompok mujahidin Chechnya Usudu Asy-Syam yang beberapa hari sebelumnya bersama semua anggota kelompoknya membai’at Jabhah Nushrah, gugur sebagai syahid –kamaa nahsabuh– dalam kemenangan besar ini.

Di tengah kegembiraan kaum muslimin dan mujahidin tersebut, berita buruk menampar kaum muslimin. Jama’ah Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) justru mengepung dan menyerbu markas-markas mujahidin Jabhah Nushrah di propinsi Hasakah dan Deir Ezzur. Tikaman yang khianat dan zalim tersebut sangat menghentikan pengiriman bantuan amunisi dan logistik bagi mujahidin Jabhah Nushrah yang melakukan ribath di front terdepan melawan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutu-sekutunya.

Berikut ini pernyataan resmi Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’ terkait kezaliman ISIS tersebut.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 

Sungguh telah menyampaikan alasan, orang yang telah memberi peringatan

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada rasul yang paling mulia, pemimpin kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Para ksatria Jabhah Nushrah [semoga Allah menjayakannya dengan pertolongan-Nya] di propinsi Deir Ezzur masih senantiasa menorehkan kepahlawanan dan peperangan-peperangan besar, mereka mencurahkan segala hal yang mahal dan berharga demi menjaga wilayah agama, menghilangkan kezaliman yang menimpa kaum muslimin dan demi menerapkan syariat Rabb seluruh alam —demikian persangkaan kami kepada mereka dan kami tidak menganggap seorang pun suci di hadapan Allah—.

Sungguh putra-putra Islam [Jabhah Nushrah] telah mempersembahkan ratusan anggotanya yang gugur dan cedera agar mereka sampai kepada realita peperangan di lapangan hari ini, mulai dari peperangan terbesar dalam membebaskan desa Huwaiqah hingga peperangan terbesar dalam membebaskan desa Rusydiah —dimana keduanya belum mendapatkan liputan media yang layak dengan haknya—, kemudian sebagaimana sudah diketahui semua pihak mereka mulai bergerak menuju bandara Deir Ezzur yang dengan izin Allah akan memudahkan pembebasan kota Deir Ezzur secara keseluruhan.

Meskipun pertempuran kota Deir Ezzur telah sampai pada tahapan yang sangat genting ini dimana tidak bisa diterima adanya kekeliruan-kekeliruan atau sikap mundur, namun pasukan bantuan [mujahidin Jabhah Nushrah] dari Deir Ezzur  tidak pernah berhenti dimana satu konvoi besar para singa Jabhah Nushrah berangkat dari Deir Ezzur menuju Homs guna memperkuat front-front ribath dan peperangan di sana, dengan harapan Allah mengaruniakan kepada mereka yang bekerjasama dengan saudara-saudara mereka kelompok mujahidin lainnya kemampuan dengan izin Allah Ta’ala untuk memecahkan pengepungan rezim Nushairiyah terhadap Homs.

Pasukan bantuan dan dukungan Jabhah Nushrah juga terus mengalir dari Deir Ezzur menuju propinsi Hasakah untuk membantu mujahidin di sana dalam memerangi pasukan rezim Nushairiyah dan sekutu-sekutunya. Bahkan beban yang harus ditanggung mujahidin Jabhah Nushrah di Deir Ezzur bertambah untuk menutup kekosongan-kekosongan yang ditinggalkan oleh beberapa kelompok mujahidin lainnya yang menarik mundur pasukannya akibat kesibukan adanya fitnah peperangan intern [dengan mujahidin ISIS, red]. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Saat mujahidin Jabhah Nushrah menerjuni semua kancah peperangan terbesar ini, tiba-tiba kami dikejutkan oleh jama’ah Daulah Islam di Deir Ezzur yang menjarah bangunan-bangunan vital yang berada dalam kekuasaan Hai’ah Syar’iyah [Lembaga Syariat] di kawasan timur, dimana Jabhah Nushrah adalah unsur utama dalam Ha’iah Syar’iyah tersebut, sehingga memotong pengiriman bantuan bagi pasukan Islam yang melakukan ribath dalam kota Deir Ezzur dan memisahkan mereka dari wilayah dalam strategis mereka di propinsi Deir Ezzur, yang mencakup ladang minyak “Koniko”, “Mathahin Asyrah Kilo” dan beberapa bangunan vital lainnya.

Dahulu harta kekayaan kaum muslimin tersebut berada dalam kekuasaan gerombolan pencuri dan kriminal, mereka menikmatinya dan bersenang-senang denganya tanpa ada pengawasan dan hukuman. Kemudian Hai’ah Syar’iyah berdiri di Deir Ezzur, sehingga berhasil membebaskan dan melepaskannya dari tangan gerombolan pencuri dan kriminal tersebut. Hai’ah Syar’iyah melakukan pengawasan ketat terhadap kekayaan kaum muslimin tersebut, sehingga pendapatan dari kekayaan tersebut bisa dinikmati oleh kaum muslimin melalui kegiatan-kegiatan Hai’ah Syar’iyah di sana.

Setelah pembebasan kekayaan kaum muslimin tersebut, semua pihak dikejutkan oleh “gubernur” jama’ah Daulah Islam di Deir Ezzur yang menuntut jatahnya dari ladang minyak Koniko dengan dalih sebelumnya ia juga telah berniat membebaskannya!

Karena ia terus meminta dengan mendesak dan guna mencegah keburukan dan fitnah, Jabhah Nushrah memutuskan untuk memberikan sebagian hasil ladang tersebut untuk jama’ah Daulah Islam meskipun sebenarnya ia tidak memiliki hak atasnya. Namun ternyata mereka tidak berhenti dari penyelewengan mereka dan mereka memprovokasi suku-suku yang menjadi asal dari gerombolan-gerombolan pencuri dan kriminal tersebut agar mereka merebut kembali ladang minyak tersebut.

Mereka [jama’ah Daulah Islam] memperdaya suku-suku tersebut dengan membai’at jama’ah Daulah Islam agar jama’ah Daulah Islam berpihak kepada mereka dan berperang bersama mereka. Dan itulah yang baru-baru ini terjadi dimana mereka merampas bangunan-bangunan tersebut! Taruhlah personal-personal yang diamanahi oleh Jabhah Nushrah untuk menjaga dan mengurus ladang tersebut adalah orang-orang yang berbaiat kepada jama’ah Daulah Islam, apakah bai’at tersebut membuat harta-harta kaum muslimin halal [mereka rebut, red] dan membuat mereka halal mengambil bangunan-bangunan dan senjata dengan cara yang tidak benar?!

Kami telah menasehati pimpinan jama’ah Daulah Islam di Deir Ezur untuk kembali dari sikap tersebut dari tunduk kepada mahkamah syari’ah yang akan mengkaji hakekat-hakekat dan kesamaran-kesamaran kemudian memberikan keputusan dalam perkara ini. Namun mereka hanya membalas dengan menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan tindakan mereka dan bahwa tindakan mereka tersebut baru sebuah permulaan semata!!!

Hal itu tidak aneh sebab gubernur mereka di sana sebelum itu telah mencuri dari Jabhah Nushrah sekitar 5 juta dolar, dan sampai sekarang ia belum mengembalikannya kepada Jabhah Nushrah. Bahkan balasannya adalah ia diangkat oleh Daulah Islam sebagai gubernur atas Deir Ezzur. Oleh karena itu kami meminta kepada pimpinan jama’ah Daulah Islam untuk mengkaji kembali orang-orang yang mereka angkat sebagai amir-amir dan pimpinan-pimpinan yang merepresentasikan dan mewakili Daulah Islam di lapangan.

Di medan tsughur kota Syadadi, propinsi Hasakah, para tentara Jabhah Nushrah melakukan ribath di depan musuh-musuh Allah pasukan rezim Nushairiyah dan sekutu-sekutunya milisi PKK [Partai Buruh Komunis Kurdistan, red] setelah Jabhah Nushrah membebaskan 18 desa dari cengkeraman pasukan murtad dan mampu meraih kemajuan yang sangat pesat dari arah front ini, atas karunia Allah semata.

Tiba-tiba jama’ah Daulah Islam datang mengepung markas-markas Jabhah Nushrah di sana dan menguasai beberapa posko militer milik Jabhah Nushrah di sana serta menuntut para ikhwan [Jabhah Nushrah] untuk menyerahkan senjata mereka dengan cara yang tidak benar!!! Pengepungan masih terus dilakukan oleh jama’ah Daulah Islam sampai saat pernyataan ini ditulis.

Demi Allah, kami tidak menemukan pensifatan terhadap perbuatan-perbuatan ini di dalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa salam kecuali al-baghyu [tindakan aniaya dan melampaui batas]. Allah telah mensyariatkan kepada kita untuk menolak orang yang menyerang nyawa, kehormatan dan harta. Bahkan di antara tujuan Islam (maqashidul Islam) dan tujuan jihad adalah menjaga keselamatan harta. Jika hal ini disyariatkan untuk harta pribadi, maka untuk menjaga harta kaum muslimin lebih layak dan lebih utama.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ

Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. (QS. Asy-Syura [42]: 39)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِي؟ قَالَ: «فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ» قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي؟ قَالَ: «قَاتِلْهُ» قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي؟ قَالَ: «فَأَنْتَ شَهِيدٌ» ، قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ؟ قَالَ: «هُوَ فِي النَّارِ»

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apa pendapat Anda jika seseorang datang kepadaku untuk merampas hartaku?’ Beliau menjawab: ‘Janganlah engkau serahkan hartamu kepadanya.’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika ia memerangiku?’ Beliau menjawab: “Lawanlah!’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika ia berhasil membunuhku?’ Beliau menjawab: ‘Engkau mati syahid.’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika aku yang berhasil membunuhnya?’ Beliau menjawab: ‘Dia berada di neraka.'” (HR. Muslim

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa dibunuh karena mempertahankan hartanya maka ia mati syahid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أُرِيدَ مَالُهُ بِغَيْرِ حَقٍّ فَقَاتَلَ فَقُتِلَ فَهُوَ شَهِيدٌ

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa hartanya ingin dirampas dengan cara yang tidak benar, lalu ia melawan dan ia dibunuh maka ia mati syahid.” (Hadits shahih, riwayat Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasai)

Semua pihak mengetahui bahwa pimpinan Jabhah Nushrah telah mengerahkan segenap usaha dan kemampuan untuk mendamaikan dan menghentikan peperangan antar kelompok di bumi Syam. Kami telah menampung banyak anggota jama’ah Daulah Islam dan keluarga mereka, dan kami telah melindungi mereka dengan nyawa dan darah kami, dan kami masih senantiasa melindungi mereka —dan kami tidak memiliki jasa dan keutamaan apapun dalam hal ini—.

Namun demikian jama’ah Daulah Islam menyebar luaskan isu bohong bahwa kami menelantarkan mereka dalam peperangannya melawan kelompok-kelompok lain. Bagaimana padahal 10 ikhwah kami telah dibunuh — semoga Allah menerima mereka— dalam peristiwa yang pertama kali terjadi saat jama’ah Daulah Islam menyerang salah satu markas. Maka bagaimana kami menolong mereka untuk memerangi diri kami sendiri???

Sesungguhnya tentara-tentara kami —atas karunia Allah semata— menyebar luas di sepanjang dan selebar peta Suriah, mereka melakukan ribath di tsughur, memerangi musuh-musuh Allah, senapan-senapan mereka terarah kepada pasukan rezim Nushairiyah, menanggung tambahan beban setelah penarikan-penarikan mundur sejumlah kelompok dari front-front ribath akibat sibuk dengan peperangan intern [dengan jama’ah Daulah Islam, red].

Di Aleppo para ksatria Jabhah Nushrah menyerbu masuk ke dalam Penjara Pusat Aleppo, dan mereka tinggal sejarak dua anak panah atau lebih dekat lagi dari pembebasan menyeluruh terhadapnya, dengan izin Allah.

Di Idlib, para ksatria Jabhah Nushrah bertahan dalam front Jabal Arba’in dan lainnya dengan melakukan ribath dan mengharap pahala.

Di Hamah, para ksatria Jabhah Nusrah menorehkan kepahlawanan dan kemenangan-kemenangan dalam pertemuran dari sejak kota Hamah menuju kota Shauran dan Mourek serta dengan karunia Allah memutus jalan umum antara Hamah dan Aleppo yang menjadi jalur pasukan bantuan rezim.

Di pedalaman Homs para ksatria Jabhah Nushrah telah mempersiapkan diri untuk memulai peperangan memecah pengepungan rezim terhadap kota Homs dengan izin Allah.

Belum lagi dengan Damaskus dan dua Ghautahnya [Ghautah Timur dan Ghautah Barat, red], lalu kota Qolamoun dan pegunungannya, dan Dara’a, tahukah Anda dengan Dara’a?

Kami telah menghindari dari sikap membuka front-front “sampingan”, kami bersikap santun terhadap kebanyakan sikap kezaliman dan aniaya, dan kami mendahulukan prioritas memerangi musuh Nushairiyah dan sekutu-sekutunya. Sampai sebuah kaum mengira bahwa sikap santun kami adalah kelemahan dan kelembekan.

Apakah setelah itu semua —bukannya mengirim pasukan bantuan atau konvoi dukungan untuk membantu kami dalam  memerangi rezim Nushairiyah— balasan bagi kami adalah markas-markas kami diserbu dan direbut, jalan-jalan menuju kami diputus, dan pengiriman bantuan vital [amunisi dan logistik makanan, red] bagi tentara kami diputuskan pada saat mereka berada dalam salah satu front yang paling penting dan paling berbahaya di kawasan timur, padahal front tersebut jauh sejauh-jauhnya dari fitnah dan peperangan intern di kancah Syam???!!!

Berdasar apa yang telah diuraikan di muka, kami mengulang seruan kami kepada pimpinan-pimpinan jama’ah Daulah Islam menghentikan tentara-tentara mereka dari melakukan kesia-siaan dan tindakan melampaui batas dengan cara yang tidak benar dan hendaknya mereka mengembalikan hak kepada pihak yang memilikinya.

Jika mereka tidak mau, maka sesungguhnya kami memiliki orang-orang yang telah dimatangka oleh musibah-musibah dan ujian-ujian, mereka meninggalkan rehat dan sikap santai, mereka melangkah di muka bumi untuk menegakkan menara kebenaran dan keadilan, dan mereka menghilangkan kezaliman dan tindakan aniaya yang menimpa masyarakat, dan mereka lebih layak untuk menahan serangan kalian dan menolak kezaliman kalian dengan izin Allah. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Sungguh telah menyampaikan alasan, orang yang telah memberi peringatan

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya

Jabhah Nushrah
Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’

Jangan melupakan kami dalam doa baik Anda

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Jum’at, 7 Rabi’ul Akhir 1435 H
7 Februari 2014 M

Link bahasa Arab

http://www.hanein.info/vb/showthread.php?t=350545

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.