Pertempuran polisi vs MIT di Poso berlangsung selama 8 jam

foto ilustrasi operasi penyisiran Brimob di Poso
51

POSO (Arrahmah.com) – Pertempuran antara pasukan Brimob Polda Sulteng dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso kemarin Kamis (6/2/2014) dikhabarkan berlangsung selama 8 jam. Baku tembak di Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso itu dari pagi hingg sore, jam 09.00-17.00, dan menewaskan tiga orang.

“Dari Poso dilaporkan, bahwa kontak tembak terjadi selama kurang lebih delapan jam. Mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00 Wita. Bharada Putu Satria tewas, setelah tubuhnya tertembus timah panas kelompok bersenjata Poso,” tulis Fajarmakassar. 

Dari tiga orang itu, satu adalah personel Brimob, sedangkan dua lainnya, dari kelompok sipil bersenjata. Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto, mengatakan,  tiga orang yang tewas itu, satu di antaranya personel Brimob Polda Sulteng, bernama I Putu Satria Wirabuana.

Sedangkan dua lainnya yang meninggal, dari MIT bernama Fandi, sedangkan korban satunya lagi belum diketahui identitasnya.

“Saat baku tembak pertama anggota kita terkena dan dua anggota dari sipil bersenjata juga terkena. Namun, mungkin lama diamankan di TKP, sehingga saat dievakuasi, para korban kehabisan darah dan akhirnya mereka meninggal dunia,” terang Kapolda di rumah jabatannya, malam tadi.

Menurut Kapolda, sebelum terjadi baku tembak, regu Brimob Polda Sulteng, diketahui sedang melakukan patroli rutin di seputaran TKP. Dalam patroli itu, personel kemudian menemukan beberapa benda mencurigakan seperti selongsong peluru dan beberapa benda mencurigakan lainnya. Setelah menemukan itu, personel kemudian melakukan penyisiran hingga akhirnya terlibat baku tembak dengan beberapa orang sipil bersenjata.

Sementara itu, KompasIslam.Com memberitakan selain Putu Satria, ada 2 anggota Brimob lainnya yang terluka cukup parah.

“Kalau berita disini, ada tiga Brimob yang mati. Polisi selalu menutupi jumlah korban. Contohnya seperti kontak tembak tanggal 11 – 12 Januari 2007 silam, korban (dari polisi –red) banyak tapi yang diberitakan Cuma satu orang saja. Polisi selalu menutupi jumlah korban dari pihak mereka,” kata nara sumber KI, Rusli YD. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.